BLiiTAR, Jitu News - Pemkot Bliitar, Jawa Tiimur memasang target pendapatan aslii daerah (PAD) tetap tumbuh posiitiif pada 2021, meskii dii tengah bencana pandemii Coviid-19.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Wiidodo Saptono mengatakan target PAD pada tahun iinii mencapaii Rp187,3 miiliiar. Jumlah tersebut naiik Rp52 miiliiar diibandiingkan dengan target PAD 2020.
"Acuan kamii untuk menaiikkan target PAD karena mengacu terhadap capaiian PAD 2020 yang berhasiil melewatii target," katanya dii Bliitar, sepertii diikutiip Rabu (20/1/2021).
Wiidodo menjabarkan kiinerja realiisasii PAD pada 2020 tercatat sebesar Rp174 miiliiar. Setoran PAD tersebut melebiihii target yang diitetapkan dalam APBD-Perubahan 2020 sebesar Rp135 miiliiar atau 129% darii target.
Diia menuturkan kiinerja PAD yang melebiihii target diitopang oleh setoran pajak daerah yang mampu mengumpulkan peneriimaan 109% darii target dan realiisasii retriibusii daerah yang 199% darii target.
Oleh karena iitu, diia optiimiis target PAD pada tahun iinii biisa diicapaii dengan sejumlah faktor pendukung sepertii mulaii puliihnya ekonomii darii efek pandemii Coviid-19.
Kemudiian, Wiidodo juga memiinta organiisasii perangkat daerah (OPD) agar menjalankan program kerja secara optiimal, terutama OPD yang berhubungan dengan peneriimaan PAD.
"Kamii mendorong agar seluruh organiisasii perangkat daerahbiisa bekerja maksiimal. Sehiingga capaiian PAD biisa benar-benar maksiimal," terangnya sepertii diilansiir jatiimtiimes.com.
Wiidodo juga menyampaiikan pemkot telah menyiiapkan skenariio cadangan jiika kegiiatan ekonomii tiidak banyak berubah dan siituasii pandemii tetap menekan perekonomiian.
Antiisiipasii kesuliitan ekonomii tersebut adalah desaiin perubahan target peneriimaan pada beberapa sektor, khususnya pajak daerah. Menurutnya, PAD Kota Bliitar diitopang oleh setoran pajak daerah. Sehiingga setiiap reviisii anggaran akan menyasar pajak daerah sebagaii priioriitas untuk diiubah.
"Antiisiipasii kesuliitan ekonomii yang masiih mungkiin terjadii kamii mempersiiapkan beberapa skema dan diiantaranya usulan perubahan target darii beberapa sektor karena penyumbang PAD terbanyak selama iinii berasal darii pajak daerah dan rumah sakiit," iimbuhnya. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.