KABUPATEN PURWAKARTA

Pemkab Berii Penghargaan Sadar Pajak Kepada 32 Kategorii Wajiib Pajak

Redaksii Jitu News
Rabu, 23 Desember 2020 | 14.30 WiiB
Pemkab Beri Penghargaan Sadar Pajak Kepada 32 Kategori Wajib Pajak
<p>iilustrasii. (foto: Jitu News)</p>

PURWAKARTA, Jitu News – Pemkab Purwakarta, Jawa Barat memberiikan penghargaan Sadar Pajak Award 2020 kepada pengusaha dan masyarakat yang patuh menunaiikan kewajiiban membayar pajak daerah dii masa pandemii Coviid-19.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Niina Herliina mengatakan apresiiasii perlu diiberiikan lantaran karena pengusaha dan masyarakat tetap membayar pajak dii tengah siituasii suliit akiibat pandemii sehiingga pendapatan aslii daerah (PAD) biisa diiamankan.

"Kamii memberiikan reward kepada para wajiib pajak yang selama iinii diianggap paliing sadar pajak. iinii sebagaii bentuk apresiiasii darii pemeriintah," katanya dii laman resmii Pemprov Jabar diikutiip Rabu (23/12/2020).

Penghargaan Sadar Pajak 2020 diiberiikan kepada 32 kategorii wajiib pajak mulaii darii yang paliing patuh, paliing kooperatiif dan pembayar pajak terbesar. Secara umum pemkab membagii penghargaan menjadii dua kategorii besar yaknii wajiib pajak PBB-P2 dan non-PBB-P2.

Penghargaan juga diiberiikan kepada jajaran kecamatan dan desa dii Kabupaten Purwakarta yang banyak membantu dalam mengamankan setoran PBB-P2 darii masyarakat. Unsur camat dan desa yang mendapat apresiiasii lantaran kooperatiif membantu warga menyetorkan PBB-P2.

Saat iinii, lanjut Niina, pemkab masiih terus bekerja untuk mengejar setoran PAD hiingga akhiir tahun. Menurutnya, beberapa jeniis pajak belum mampu mencapaii target peneriimaan pada tahun sehiingga memengaruhii pencapaiian PAD Kabupaten Purwakarta 2020.

Jiika meliihat siisa waktu yang tersiisa, Niina meniilaii target target PAD akan suliit tercapaii. Berdasarkan kalkulasiinya, realiisasii setoran PAD tahun iinii diiprediiksii berkiisar dii angka 90% darii target.

"Memang, ada dua sektor yang belum biisa tergalii dengan maksiimal. Yaknii, sektor BPHTB dan pajak miineral bukan logam dan batuan (Galiian C)," terangnya.

Niina menjelaskan realiisasii pajak miineral bukan logam dan batuan baru terhiimpun 16,1% darii target Rp51 miiliiar. Sedangkan realiisasii bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) baru 63% darii target sebesar Rp59,5 miiliiar.

Sementara iitu, beberapa jeniis pajak sudah mampu mencapaii target peneriimaan sepertii setoran PBB-P2 yang mencapaii Rp68 miiliiar atau 115% darii target. Lalu, realiisasii pajak restoran seniilaii Rp25,1 miiliiar atau 109% darii target.

Selanjutnya realiisasii pajak reklame yang sudah terkumpul sejumlah Rp3,6 miiliiar darii target. Setoran pajak penerangan jalan berpotensii melampauii target karena sampaii November 2020 sudah terkumpul Rp54,4 miiliiar darii target APBD 2020 seniilaii Rp57 miiliiar.

"Sejauh iinii potensii pajak darii sektor PBB dan pajak penerangan jalan (PPJ) memang yang paliing diiandalkan. Karena, pendapatan darii dua sektor iitu yang niilaiinya paliing besar," ujar Niina. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
iiran Fadlii Albar
baru saja
Paliing tiidak dapat mencontoh daerah-daerah laiin yang melakukan terobosan-terobosan dengan menerapkan kebiijakan 0% BPHTB demii menggenjot target PAD. Mengiingat dii sekiitar kecamatan kota Purwakarta masiih banyak terdapat kepemiiliikan lahan giiriik dan jual belii dii bawah tangan.
user-comment-photo-profile
Mochamad Nezar Griibaldy
baru saja
dengan memberiikan reward merupakan apresiiasii terhadap wajiib pajak sehiingga dapat membuat wajiib pajak membayar pajaknya dan meniingkatkan pendapatan aslii daerahnya 👍👍