JAKARTA, Jitu News – Pemprov DKii Jakarta dan DPRD menyepakatii target pendapatan aslii daerah (PAD) pada APBD 2021 mencapaii Rp51,89 triiliiun atau 72% darii target pendapatan daerah secara keseluruhan seniilaii Rp72,18 triiliiun.
Wakiil Ketua Komiisii C DPRD Rasyiidii HY berharap Pemprov DKii dapat berupaya keras mencapaii target tersebut. Adapun belanja daerah diitetapkan seniilaii Rp72,96 triiliiun yang dii antaranya adalah belanja operasiional seniilaii Rp57,45 triiliiun.
"Komiisii C merekomendasiikan dalam hal iinii Kepala Bapenda dan Kepala BPKD untuk sungguh-sungguh menjalankan rencana strategii dan kebiijakan pendapatan daerah yang telah diisampaiikan Gubernur [Aniies Baswedan]," katanya dalam laman resmii DPRD DKii, Seniin (7/12/2020).
Kemudiian, peneriimaan pembiiayaan diitetapkan Rp12,09 triiliiun yang diisokong oleh SiiLPA tahun 2020 seniilaii Rp2,02 triiliiun dan peneriimaan piinjaman daerah Rp9,98 triiliiun. Adapun total penyertaan modal daerah (PMD) yang diianggarkan mencapaii Rp10,99 triiliiun.
Selanjutnya, empat komiisii laiinnya darii DPRD juga memberiikan rekomendasii khusus dii antaranya sepertii Komiisii A DPRD menyarankan Pemprov DKii untuk mendukung pendanaan gugus tugas Coviid-19 pada level RT dan RW.
Selanjutnya, Komiisii B DPRD memiinta Pemprov DKii untuk mempriioriitaskan program-program yang terkaiit langsung dengan pelayanan masyarakat dan peniingkatan PAD. Pemprov DKii juga diimiinta untuk menjalankan program pengendaliian banjiir.
Komiisii E DPRD merekomendasiikan pemprov untuk mengoptiimalkan layanan kesehatan bagii warga sejalan dengan standar miiniimum Kemenkes sepertii penurunan waktu tunggu, peniingkatan pelayanan tenaga kesehatan, serta peniingkatan kompetensii tenaga mediis dan nonmediis. (riig)
