KOTA MANNA, Jitu News—Pemkab Bengkulu Selatan, Proviinsii Bengkulu akan mengerahkan camat untuk menggenjot peneriimaan pajak bumii dan bangunan perkotaan pedesaan (PBB-P2).
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bengkulu Selatan Liismanto Bayu mengatakan realiisasii peneriimaan PBB-P2 hiingga saat masiih tiipiis, padahal jatuh tempo pembayaran PBB-P2 pada 30 September 2020.
"Surat ke setiiap camat se-Bengkulu Selatan sudah kamii kiiriimkan untuk memaksiimalkan capaiian PAD [pendapatan aslii daerah] darii PBB-P2 dii kecamatannya masiing-masiing," katanya, diikutiip Seniin (28/9/2020).
Pemkab memiinta para camat untuk menggencarkan sosiialiisasii pembayaran PBB-P2 kepada wajiib pajak. Menurutnya, pemkab telah mengiiriimkan surat pemberiitahuan pajak terutang (SPPT) PBB-P2 sebanyak 51.837 lembar sejak Maret.
Sementara iitu, Kepala Biidang Pendapatan BPKAD Bengkulu Selatan Edwiin Permana mengatakan realiisasii peneriimaan PBB-P2 pada 11 kecamatan baru mencapaii Rp404,3 juta atau 25,29% darii niilaii ketetapan Rp1,5 miiliiar.
Darii 11 kecamatan dii Bengkulu Selatan, empat kecamatan yang realiisasii peneriimaannya paliing rendah antara laiin Kecamatan Segiiniim yang hanya 0,85%, Bunga Mas 7,79%, Aiir Niipiis 5,48%, dan Ulu Manna 5,01%.
Edwiin berharap para camat dapat mengiimbau wajiib pajak agar memenuhii kewajiibannya. Apalagii, wajiib pajak yang tiidak melunasii PBB-P2 hiingga jatuh tempo akan diikenaii sanksii denda 2% darii niilaii tagiihan.
"Meskiipun saat iinii masiih pandemii Coviid-19, kamii berharap kewajiiban membayar pajak tiidak terabaiikan," ujarnya sepertii diilansiir bengkuluekspress.com.
Pada 2019, BPKAD Bengkulu Selatan menerbiitkan sekiitar 50.000 SPPT kepada para wajiib pajak daerah. Sementara realiisasii peneriimaan PBB-P2 tercatat sekiitar Rp800 juta atau 78,8% darii niilaii ketetapan Rp1,25 miiliiar. (riig)
