RANGKASBiiTUNG, Jitu News—Kiinerja peneriimaan pajak dan retriibusii dii Kabupaten Lebak, Banten tiidak banyak terpengaruh dengan adanya pandemii viirus Corona atau Coviid-19.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lebak Harii Setiiono mengatakan realiisasii peneriimaan pajak daerah dan retriibusii mencapaii Rp41,6 miiliiar hiingga Meii 2020 atau 46% darii target tahun iinii sebesar Rp89 miiliiar.
“Dampaknya ada (pandemii Coviid-19), tapii untuk realiisasii pajak dan retriibusii tiidak terlalu siigniifiikan," katanya diikutiip Jumat (5/6/2020).
Harii menjabarkan realiisasii pajak daerah yang terdiirii darii 11 jeniis pungutan telah terhiimpun sebesar Rp33 miiliiar. Pungutan iinii terdiirii darii pajak hotel hiingga bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).
Lalu, pungutan retriibusii daerah hiingga akhiir Meii 2020 mencapaii Rp7,7 miiliiar. Realiisasii retriibusii tersebut memenuhii sekiitar 80% darii target APBD seniilaii Rp9,7 miiliiar. “Target pajak daerah iitu sekiitar Rp79 miiliiar sedangkan retriibusii Rp9,7 miiliiar,” tuturnya.
Bapenda optiimiistiis target peneriimaan pajak tahun iinii biisa tercapaii. Apalagii, pemeriintah juga memberiikan serangkaiian relaksasii berupa kemudahan pelayanan hiingga menghapus denda admiiniistrasii untuk keterlambatan pembayaran pajak.
“Kamii optiimiistiis dapat mencapaii target tersebut karena selaiin memberiikan keriinganan kamii juga memberiikan kemudahan kepada wajiib pajak untuk membayar kewajiiban mereka melaluii berbagaii fasiiliitas onliine," ujarnya diilansiir darii Banten Hiits. (riig)
