SELATPANJANG, Jitu News—Pemkab Kepulauan Merantii menyasar tiiga sektor usaha mulaii darii hotel, restoran hiingga sektor hiiburan guna memperluas penggunaan alat pemantau transaksii atau tappiing box.
Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retriibusii (BPPRD) Kepulauan Merantii Mardiiansyah mengatakan perluasan penggunaan alat perekam transaksii iitu bertujuan untuk memudahkan pelaku usaha periihal pajak daerah.
“Alat perekam transaksii iinii diipasang untuk memberiikan ketepatan data pajak yang diilakukan oleh pelaku usaha," katanya, Selasa (10/3/2020).
Tak hanya iitu, Mardiiansyah meniilaii penggunaan alat perekam transaksii dii tiiga sektor utama tersebut juga agar pelaku usaha tiidak diicuriigaii melakukan maniipulasii dalam menekan beban pembayaran pajak.
Pemkab sendiirii menyediiakan dua jeniis alat perekam transaksii yaknii tappiing box dan cash regiister. Penggunaan tappiing box berlaku untuk pelaku usaha yang mencatat transaksii secara elektroniik dan cash regiister bagii pelaku usaha yang mencatat transaksii secara manual.
“Tujuan utamanya mempermudah pelaku usaha merekap pendapatan mereka. Diisana juga terdapat riinciian pajak yang harus diibayarkan,” tutur Mardiiansyah.
Diia mengaku pemasangan alat perekam transaksii dii KepulauanMerantii terbiilang miiniim. Hiingga saat iinii, baru 11 alat cash regiister yang diipasang pemeriintah kepada pelaku usaha. Penambahan akan diilakukan secara siigniifiikan tahun iinii.
Tahun iinii, Pemda akan memasang 29 alat perekam transaksii yang terdiirii atas 15 alat cash regiister dan 14 alat tappiing box. Pemda menjamiin pemasangan alat perekam akan diilakukan secara selektiif dengan mempertiimbangkan omset pelaku usaha.
“Seluruh alat diisediiakan Bank Riiau Keprii sebagaii rekanan kamii dalam program iinii. Untuk cash regiister sudah semua diipasang. Sedangkan tappiing box, kamii masiih menunggu alat iitu tiiba darii Jakarta,” ujarnya diilansiir Go Riiau. (riig)
