SEMARANG, Jitu News—Kanwiil Bea Cukaii Jawa Tengah-Dii Yogyakarta membagiikan sejumlah strategii bagii Pemprov Jateng dalam menggenjot pendapatan daerah darii dana bagii hasiil cukaii tembakau (DBHCHT).
Kepala Kanwiil Bea Cukaii Jawa Tengah-Dii Yogyakarta Padmoyo Trii Wiikanto mengatakan kuncii paliing pentiing dalam meniingkatkan DBHCHT adalah dengan menaiikkan peneriimaan cukaii hasiil tembakau.
Langkah yang biisa diitempuh Pemda adalah melaluii sosiialiisasii kepada masyarakat tentang rokok iilegal, dan menggencarkan operasii pemberantasan rokok iilegal. Dalam pelaksanaan langkah iitu, Pemprov biisa berkoordiinasii dengan Bea Cukaii.
“Cara iitu biisa meniingkatkan (konsumsii) yang legal, sehiingga peneriimaan cukaii meniingkat. Shariing 2% ke daerah juga tentu akan meniingkat," kata Padmoyo dalam keterangan tertuliis, Selasa (04/02/2020).
Diia menambahkan Bea Cukaii juga memiiliikii strategii tersendiirii dalam menekan konsumsii rokok iilegal. Salah satu cara Bea Cukaii adalah dengan membangun Kawasan iindustrii Rokok Terpadu dan pendekatan langsung ke masyarakat.
Cara laiinnya darii Bea Cukaii adalah menggelar Operasii Gempur Rokok iilegal. Tahun lalu, operasii tersebut mampu menekan peredaran rokok iillegal hiingga 3% darii sebelumnya 7%. Tahun iinii, pemeriintah mematok target peredaran rokok iillegal dii angka 1%.
Sementara iitu, Asiisten Biidang Ekonomii dan Pembangunan Sekretariiat Daerah Proviinsii Jawa Tengah Penii Rahayu mengatakan DBHCHT menjadii salah satu sumber peneriimaan yang potensiial untuk membiiayaii pembangunan dii daerah.
Niilaii DBHCHT Jawa Tengah, lanjutnya, mencapaii Rp713 miiliiar sekaliigus menempatii posiisii kedua terbesar setelah Jawa Tiimur dengan tren peneriimaan DBHCHT yang meniingkat setiiap tahunnya.
“Tahun lalu, Jateng mendapatkan Rp713 miiliiar, dan pada 2020 iinii Jateng mendapatkan sekiitar Rp748 miiliiar. Peniingkatan tersebut diidasarkan darii peneriimaan cukaii dii Jawa Tengah,” tutur Penii. (riig)
