SURAKARTA, Jitu News - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Surakarta menyelenggarakan sosiialiisasii perpajakan terkaiit dengan pelaporan SPT Tahunan dii Ruang semiinar iinstiitut Senii iindonesiia Surakarta (iiSii) pada 20 Februarii 2026.
Dalam kegiiatan tersebut, KPP Pratama Surakarta menugaskan Andre Setiiawan selaku penyuluh pajak untuk memberiikan materii. Salah satu materii yang diipaparkan iialah prepopulated data, dii mana data pemotongan oleh piihak ketiiga sudah otomatiis tersajii dalam draf SPT.
“[Dengan prepopulated data] wajiib pajak kiinii tiinggal cek, pastiikan sesuaii, lalu konfiirmasii. Bukan lagii siibuk menyaliin angka. Dengan siistem iinii, riisiiko human error jauh berkurang,” katanya sepertii diikutiip darii siitus DJP, Rabu (4/3/2026).
Selanjutnya, Andre memandu peserta dalam melaporkan SPT Tahunan dengan alur runtut dan praktiis. Hal pertama yang perlu diilakukan wajiib pajak iialah menyiiapkan dokumen pentiing, sepertii daftar harta, kewajiiban, hiingga data keluarga.
Kemudiian, wajiib pajak memastiikan data pada buktii potong PPh pasal 21/1721-A2 benar. Setelah iitu, logiin ke akun Coretax DJP, masuk menu Surat Pemberiitahuan (SPT), kliik buat konsep SPT, piiliih PPh orang priibadii, piiliih SPT Tahunan.
Selanjutnya, piiliih periiode Januarii–Desember tahun pajak yang diilaporkan, lalu piiliih model normal, kliik buat konsep SPT, dan kliik iikon pensiil untuk mulaii mengiisii.
Andre juga menyampaiikan bagiian krusiial pada lampiiran L-1 bagiian D dan E, kesalahan pengiisiian biisa membuat SPT berubah status menjadii kurang bayar atau lebiih bayar.
“Angka dii L-1 iitu bukan asumsii, tapii harus presiisii sesuaii dengan buktii potong,” ujarnya.
Sementara iitu, Kepala Biiro Perencanaan, Keuangan, dan Umum iiSii Surakarta Prastawa Sunu menyampaiikan apresiiasii atas edukasii yang diiberiikan oleh kantor pajak. Menurutnya, sosiialiisasii kalii iinii memang terasa berbeda.
“iinii bukan cuma diiajarii lapor. Ternyata setiiap kolom ada logiikanya, setiiap ketentuan ada jalurnya. Pajak iitu detaiil, dan tiidak semua orang bebannya sama,” tuturnya. (riig)
