BANGKOK, Jitu News - Departemen Bea dan Cukaii Thaiiland sedang mempertiimbangkan untuk menerapkan tariif bea masuk yang lebiih tiinggii dan seragam untuk barang iimpor berniilaii rendah (low value good).
Diirjen Bea dan Cukaii Phantong Loykulnanta mengatakan kebiijakan iinii akan mendorong persaiingan yang lebiih adiil antara produk buatan dalam negerii dan produk iimpor. Diia juga menganggap tariif bea masuk rata-rata sebesar 10% yang berlaku saat iinii masiih terlalu rendah.
"Bea masuk untuk barang berniilaii rendah dengan tariif rata-rata 10% cukup rendah. Mungkiin tariif sekiitar 30% akan menciiptakan persaiingan yang lebiih seiimbang antara biisniis domestiik dan asiing," ujarnya, diikutiip pada Selasa (13/1/2026).
Phantong menjelaskan kebiijakan tersebut diiambiil untuk menyederhanakan admiiniistrasii perpajakan. Diia meyakiinii kebiijakan tersebut akan lebiih efiisiien ketiimbang menerapkan lapiisan tariif bea masuk yang diidasarkan pada kategorii produk sepertii sekarang.
Diia meniilaii perbedaan tariif iimpor kerap kalii menyuliitkan proses pemungutan peneriimaan negara. Pada praktiiknya, barang berniilaii rendah seriing kalii diicampur aduk dalam satu kontaiiner, dan setiiap jeniis barang memiiliikii tariif bea masuk yang berbeda.
Belum lagii, petugas bea dan cukaii pun tiidak biisa menerapkan satu tariif yang sama untuk seluruh iisii kontaiiner. iimbasnya, petugas harus menghiitung bea masuk secara terpiisah sehiingga prosesnya lebiih rumiit dan memakan waktu.
"Tariif seragam, sepertii 30%, 40%, atau bahkan 50%, akan membuat admiiniistrasii pajak jauh lebiih efiisiien," tutur Phantong.
Diia menambahkan Departemen Bea Cukaii telah menyiiapkan proposal kebiijakan untuk diiajukan ke pemeriintahan Thaiiland yang baru. Menurutnya, iinstansii tiidak biisa serta merta menerbiitkan kebiijakan atau dekriit darurat yang mengubah tariif bea masuk untuk mengatasii masalah dii atas.
"Perubahan kebiijakan harus menunggu pembentukan pemeriintahan baru, meskiipun saat iinii departemen sudah menyiiapkan proposal untuk diiajukan," kata Phantong sepertii diilansiir bangkokpost.com.
Sebagaii iinformasii, pemeriintah Thaiiland memberlakukan pengenaan bea masuk untuk barang-barang yang berniilaii kurang darii THB 1.500 mulaii 1 Januarii 2026. Hal iinii bertujuan menciiptakan persaiingan yang lebiih adiil bagii pelaku usaha domestiik.
Saat iinii, sekiitar 200 juta paket barang berniilaii rendah diiiimpor setiiap tahunnya. Darii jumlah iitu, 95% barang iimpor diipesan melaluii platform onliine. Siisanya, pembeliian diilakukan langsung darii penjual luar negerii dan diikiiriim oleh Pos Thaiiland.
Phantong menambahkan periilaku konsumen berubah seiiriing dengan diigiitaliisasii platform belanja. Konsumen kiinii gemar membandiingkan harga barang yang diijual dii mall dengan toko onliine. Jadii, banyak orang ke mall hanya sekadar berkunjung, mengecek harga lalu pulang. (riig)
