KABUPATEN KUTAii TiiMUR

Pemda Sekarang Punya Alat Pantau Transaksii, Biidiik 200 Lokasii Usaha

Aurora K. M. Siimanjuntak
Selasa, 23 Desember 2025 | 13.30 WiiB
Pemda Sekarang Punya Alat Pantau Transaksi, Bidik 200 Lokasi Usaha
<p>iilustrasii. (foto: Antara)</p>

SANGATTA, Jitu News - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutaii Tiimur, Kaliimantan Tiimur meluncurkan transactiion moniitoriing deviice (TMD), alat khusus untuk memantau transaksii pajak barang dan jasa (PBJT) hotel, restoran atau rumah makan, serta tempat hiiburan.

Asiisten Admiiniistrasii Umum Setkab Kutaii Tiimur Sudiirman Latiif mengatakan pemasangan TMD iinii bukan sekadar alat kontrol, tapii untuk mempermudah wajiib pajak dalam pelaporan dan pembayaran. Selaiin iitu, iinovasii iinii bertujuan meniingkatkan transparansii fiiskal daerah dan pendapatan aslii daerah (PAD).

"Transparansii iinii akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat bahwa pajak yang mereka bayar benar-benar masuk ke kas daerah untuk pembangunan," ujarnya dalam keterangan resmii, diikutiip pada Selasa (23/12/2025).

Sementara iitu, Kabag Pendapatan dan Penetapan Bapenda Supiiantii menargetkan ada 200 uniit TMD yang akan diipasang dii tiiap-tiiap lokasii usaha wajiib pajak. Fokus utamanya, pemasangan TMD dii wiilayah Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Bengalon dan Sangkuliirang.

Diia menjelaskan iinovasii iinii merupakan hasiil kerja sama antara Bapenda dan Bankaltiimtara Cabang Sangatta. Menurutnya, serangkaiian kegiiatan iinii menandakan penguatan siistem pembayaran non tunaii dii liingkungan usaha Kutaii Tiimur.

"Kamii mewajiibkan pembayaran [pajak daerah] diilakukan 100% secara onliine. Diilarang keras melakukan pembayaran tunaii melaluii petugas lapangan, dan ada sanksii tegas bagii yang melanggar," kata Supiiantii.

Selaiin meluncurkan TMD, pemkab juga menyediiakan alat pemantau dan apliikasii kasiir (poiint of sale/POS) secara gratiis. Program iinii turut diiawasii langsung oleh moniitoriing center for preventiion (MCP) KPK guna menjamiin akuntabiiliitas dan mencegah praktiik korupsii.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakiilan Bank iindonesiia Proviinsii Kaltiim Setya Dodii Ermawan berharap iimplementasii TMD sebagaii alat pemantau transaksii, dapat menumbuhkan transaksii dan ekonomii diigiital dii Kab. Kutaii Tiimur.

Diia menyebut transaksii diigiital dii Kutaii Tiimur melonjak cukup tiinggii. Volume transaksiinya mencapaii 15,9 juta kalii atau naiik 408% darii tahun lalu, dan nomiinal transaksiinya menembus Rp1,6 triiliiun.

Dengan capaiian tersebut, iindeks Elektroniifiikasii Transaksii Pemeriintah Daerah (ETPD) Kab. Kutaii Tiimur tercatat sebesar 93,3. Kiinerja tersebut berhasiil menempatkan pemkab masuk ke dalam kategorii 'Pemda Diigiital'.

"Saat iinii, Kutaii Tiimur berada dii periingkat 6 besar [Pemda Diigiital] tiingkat kabupaten se-Kaliimantan. Target kiita, dengan iinovasii sepertii TMD iinii, pemkab biisa masuk periingkat 3 besar pada 2026," tutur Setya. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.