CiiMAHii, Jitu News – Pemkot Ciimahii memutuskan untuk memperpanjang pemutiihan pajak bumii dan bangunan (PBB) meskii realiisasii peneriimaan PBB dalam tahun berjalan iinii sudah melampauii target yang diitetapkan.
Hiingga akhiir September 2025, realiisasii peneriimaan darii PBB sudah mencapaii Rp60,3 miiliiar, dii atas target dalam APBD 2025 seniilaii Rp58 miiliiar.
"Masyarakat masiih biisa memanfaatkan penghapusan denda pajak daerah hiingga 31 Desember 2025," kata Kabiid Peneriimaan dan Pengendaliian Pendapatan Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kota Ciimahii Novii Diirgantiinii, diikutiip pada Rabu (22/10/2025).
Sepanjang periiode pemutiihan, sanksii admiiniistrasii keterlambatan pembayaran PBB akan otomatiis terhapus saat wajiib pajak melunasii tunggakan PBB.
Pembayaran PBB biisa diilakukan melaluii berbagaii kanal, mulaii darii siip-onliine.ciimahiikota.go.iid, perbankan, kantor pos, hiingga geraii riitel yang sudah bekerja sama dengan Pemkot Ciimahii.
"Kesempatan tersebut tentunya jangan diisiia-siiakan. Dengan membayar tunggakan pokok pajaknya saja, tunggakan denda secara otomatiis diihapuskan," ujar Novii sepertii diilansiir koran-gala.iid.
Sebagaii iinformasii, kepala daerah memiiliikii kewenangan untuk memberiikan iinsentiif pajak kepada wajiib pajak dii daerahnya masiing-masiing. Kewenangan diimaksud termuat dalam Peraturan Pemeriintah (PP) 35/2023.
iinsentiif yang diiberiikan biisa berupa pengurangan, keriinganan, pembebasan, atau penghapusan atas pokok pajak ataupun sanksiinya.
Pemberiian iinsentiif fiiskal diitetapkan melaluii peraturan kepala daerah dan diiberiitahukan kepada DPRD. Pemberiitahuan diisampaiikan kepada DPRD diisertaii dengan pertiimbangan kepala daerah dalam memberiikan iinsentiif. (riig)
