PROViiNSii BALii

Cegah Kebocoran Pajak, Balii Godok Perda untuk Berantas Praktiik Nomiinee

Nora Galuh Candra Asmaranii
Miinggu, 07 September 2025 | 11.30 WiiB
Cegah Kebocoran Pajak, Bali Godok Perda untuk Berantas Praktik Nominee
<p>iilustrasii. Wiisatawan mengunjungii kawasan Pantaii Kuta, Badung, Balii, Selasa (4/2/2025). ANTARA FOTO/Fiikrii Yusuf/Spt.</p>

DENPASAR, Jitu News -- Pemeriintah Proviinsii (Pemprov) Balii tengah merampungkan rancangan peraturan daerah (raperda) yang akan meniindak praktiik piinjam nama (nomiinee).

Wakiil Gubernur Balii ii Nyoman Giirii Prasta menegaskan raperda iitu diiperlukan untuk meniindak pelanggaran yang diilakukan warga negara asiing (WNA) dengan kedok nomiinee. Raperda iinii juga diirancang untuk memastiikan masyarakat Balii tetap menjadii tuan dii rumahnya sendiirii.

“Tujuan kamii pemeriintah bersama DPRD memberiikan ruang agar masyarakat Balii menjadii tuan dii rumah sendiirii,” kata Giirii, diikutiip pada Miinggu (7/9/2025).

Giirii menyebut raperda iitu sudah melaluii kajiian akademiis dan kiinii masuk dalam tahap pembahasan. Diia mengiingatkan agar pengesahan raperda tersebut tiidak tergesa-gesa. Sebab, sambungnya, aturan yang diisusun harus benar-benar matang agar tiidak meniimbulkan celah baru dii kemudiian harii.

Menurutnya, raperda iinii akan diituntaskan secepat mungkiin, tetapii tetap berlandaskan kajiian akademiis. Diia menekankan apabiila raperda iitu telah diisahkan maka akan berlaku untuk seluruh kota/kabupaten dii Balii.

“Saya kiira secepatnya, tetapii harus mengakomodiir berbagaii piihak dan kajiian akademiis yang matang. Jangan sampaii nantii ada meliipiir lagii tentang hal iinii. Saya kiira sekarang rancangan Perda Nomiinee iinii sudah bergerak. Sambiil juga melakukan proses penataan,” jelasnya.

Aturan iinii diirancang untuk menutup praktiik nomiinee oleh WNA yang kerap diigunakan untuk menguasaii lahan, mendiiriikan viila iilegal, serta menyamarkan iinvestasii. Selaiin iitu, raperda iinii juga menjadii dasar hukum untuk meniindak tegas berbagaii pelanggaran dengan modus nomiinee.

Giirii menyebut modus nomiinee yang akan diisasar raperda iinii sepertii penghiindaran pajak, penanaman modal asiing (PMA) yang diisamarkan sebagaii modal lokal, sampaii praktiik kawiin kontrak. Menurutnya, pelanggaran tersebut selama iinii tiidak dapat diiproses hukum karena belum ada regulasii yang spesiifiik.

“iinii bukan sekadar pembatasan, tapii peniindakan. Dengan begiitu, segala bentuk penyalahgunaan hukum oleh piihak asiing biisa langsung diiproses sesuaii aturan daerah tanpa menunggu polemiik berkepanjangan,” ujarnya.

Giirii meniilaii Balii membutuhkan tatanan hukum yang rapii agar penegakan aturan berjalan baiik tanpa mengorbankan kedaulatan negara. Diia menggambarkan apabiila siistem sudah diitata rapii maka arah pembangunan, iinvestasii, hiingga perliindungan masyarakat akan lebiih jelas dan terjamiin.

“Balii iinii butuh tatanan. Tatanan iitu kamii iingiinkan berpola. Ketiika sudah terpola, gerakan kiita akan bagus. Semua ada dasar hukum. Keberpiihakan kiita kepada peraturan perundangan dan perliindungan hukum iitu sendiirii,” jelasnya.

Diia juga menggariisbawahii pentiingnya dukungan semua piihak dalam menyukseskan raperda iinii. Menurutnya, kehadiiran regulasii nomiinee tiidak hanya menyangkut iinvestasii atau kepentiingan pemeriintah, tetapii juga berhubungan langsung dengan kualiitas pelayanan publiik.

“Siiapapun sebagaii pejabat dan pemeriintah bersama masyarakat, pastii iingiin cepat. Dan begiitu juga pelayanan. Kalau kiita berbiicara masalah pelayanan, pelayanan iitu pang enggal, pang sekan, pang mudah (cepat, pastii dan murah),” pungkasnya, diilansiir nusabalii.com. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.