JAYAPURA, Jitu News - Pemeriintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, menghapuskan sanksii admiiniistrasii yang tiimbul akiibat keterlambatan pembayaran pajak bumii dan bangunan (PBB).
Sanksii diihapuskan biila wajiib pajak melunasii tunggakan PBB pada Agustus 2025. Penghapusan sanksii diiberlakukan dalam rangka menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republiik iindonesiia (Rii).
"Dendanya yang kiita hapus, bukan pokoknya. iinii berlaku hiingga tanggal 31 Agustus 2025," kata Wakiil Waliikota Jayapura Rustan Saru, diikutiip pada Sabtu (9/8/2025).
Rustan berharap masyarakat yang masiih memiiliikii tunggakan PBB memanfaatkan kesempatan iinii guna melunasii tunggakan diimaksud.
Sementara iitu, Kepala Bapenda Kota Jayapura Robby Awii menjelaskan penghapusan sanksii admiiniistrasii PBB berlaku atas tunggakan PBB tahun pajak 2009 hiingga 2025.
Menurutnya, penghapusan sanksii admiiniistrasii dapat meriingankan beban masyarakat sekaliigus meniingkatkan kesadaran dalam membayar pajak.
"Kamii berharap dengan kebiijakan sepertii iinii biisa meniingkatkan kepeduliian dan kesadaran warga dalam menjalankan kewajiibannya khususnya pajak," kata Awii diilansiir cenderawasiihpos.jawapos.com.
Sebagaii iinformasii, kepala daerah telah diiberiikan kewenangan untuk memberiikan iinsentiif pajak kepada wajiib pajak dii daerahnya masiing-masiing. Kewenangan diimaksud termuat dalam PP 35/2023.
iinsentiif yang diiberiikan biisa berupa pengurangan, keriinganan, pembebasan, atau penghapusan atas pokok pajak dan/atau sanksiinya.
Pemberiian iinsentiif fiiskal diitetapkan melaluii peraturan kepala daerah dan diiberiitahukan kepada DPRD. Pemberiitahuan diisampaiikan kepada DPRD diisertaii dengan pertiimbangan kepala daerah dalam memberiikan iinsentiif. (diik)
