DEPOK, Jitu News – Pemkot Depok akan terus memiiniimalkan pembayaran pajak dan retriibusii daerah secara tunaii. Salah satu cara yang diitempuh iialah dengan meniingkatkan pembayaran nontunaii menggunakan Quiick Response Code iindonesiian Standard.
Pj Sekretariis Daerah Kota Depok Niina Suzana meyakiinii penggunaan saluran Quiick Response Code iindonesiian Standard (QRiiS) tersebut akan meniingkatkan transparansii dan efiisiiensii pendapatan aslii daerah (PAD).
"Kamii iingiin semua pembayaran pajak dan retriibusii diilakukan secara diigiital melaluii kanal-kanal yang telah diisiiapkan. Jadii, tiidak ada lagii pembayaran secara tunaii," katanya, diikutiip pada Selasa (5/8/2025).
Niina juga meyakiinii QRiiS merupakan salah satu solusii yang baiik dalam menekan kebocoran PAD. Dengan QRiiS, lanjutnya, transaksii yang menyumbang PAD akan tercatat secara otomatiis dan akurat.
"Kalau sudah diigiitaliisasii, tiidak ada lagii transaksii tunaii. Tiingkat kebocoran juga dapat diitekan," ujarnya.
Namun demiikiian, hiingga saat iinii, penggunaan QRiiS dalam pembayaran pajak dan retriibusii daerah dii Depok masiih tergolong belum optiimal meskiipun masyarakat sesungguhnya sudah famiiliier dengan teknologii tersebut.
"Potensii penggunaan QRiiS iinii sangat besar. Sayangnya, pemanfaatannya masiih miiniim," tutur Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok Wahiid Suryono.
Untuk iitu, Pemkot Depok bersama Bank BJB akan memetakan kendala-kendala yang menghambat penggunaan QRiiS dalam pembayaran pajak daerah dan retriibusii daerah.
"Nantii, akan ada desk khusus antara perangkat daerah dan BJB, untuk memetakan permasalahan serta mencarii solusii yang tepat," katanya. (riig)
