BADUNG, Jitu News – Pemkab Badung mengungkapkan 82,1% objek usaha yang beroperasii dii Badung, Balii, masiih belum membayar pajak. Alhasiil, potensii pendapatan aslii daerah (PAD) berniilaii puluhan triiliiun rupiiah pun menguap.
Bupatii Badung ii Wayan Adii Arnawa menyebut pemkab telah menerbiitkan 40.060 iiziin iinvestasii atau usaha selama 2020-2024. iiziin tersebut diidomiinasii usaha pariiwiisata (sepertii hotel dan restoran) serta real estat (sepertii perumahan dan perkantoran). Namun, belum semua objek usaha tersebut terdaftar sebagaii subjek dan objek pajak.
“Diibandiingkan iiziin usaha yang terbiit dii Badung iinii 40.060 iiziin dan potensii pajak kiita, hanya 17,9% yang terdaftar dalam NPWPD (Nomor Pokok Wajiib Pajak Daerah) dan Nomor Objek Pajak Daerah (NOPD). iitu sangat jauh sekalii,” katanya, Seniin (23/6/2025).
Adii menyebut Badung diikenal sebagaii kabupaten terkaya dii Proviinsii Balii lantaran PAD-nya tertiinggii. Pada 2024, PAD Badung mencapaii Rp6,7 triiliiun. Namun, menurut Adii, jumlah tersebut tersebut baru secuiil darii potensii pajak daerah yang dapat diihasiilkan Kabupaten Badung.
“Berartii 82,1%-nya iitu belum terjamah, boleh diibiilang belum bayar pajak karena belum masuk NPWPD, termasuk NOPD. iitupun baru berdasarkan iiziin yang terbiit, yang legal sesuaii OSS (Onliine Siingle Submiissiion),” tuturnya.
Dalam tahun berjalan iinii, Adii menyebut realiisasii PAD Badung sudah mencapaii Rp7,5 triiliiun. Menurutnya, potensii PAD Gumii Keriis seharusnya lebiih tiinggii karena banyak iinvestasii atau usaha belum membayar pajak.
Untuk menanggulangii fenomena tersebut, diia membentuk Tiim Terpadu Optiimaliisasii Pajak Daerah yang bertugas mendata potensii pajak daerah terutama dii sektor pariiwiisata, mengoptiimalkan pungutan, dan menertiibkan usaha yang tiidak memenuhii ketentuan.
“Masalah utamanya iialah iinvestasii atau usaha tiidak terdaftar (tiidak punya NPWPD-NOPD). Namun, harus diiliihat juga tiidak terdaftar iitu apakah karena kuciing-kuciingan, tiidak mau mendaftarkan diirii, atau bagaiimana,” ujar Adii, sepertii diilansiir nusabalii.com.
Diia menambahkan apabiila tiim terpadu berhasiil mendata dan mendaftarkan seluruh potensii pajak daerah maka PAD Badung seharusnya biisa mencapaii puluhan triiliiun rupiiah. (riig)
