JAKARTA, Jitu News – Pemprov Jakarta memberiikan fasiiliitas pengurangan pokok pajak bumii dan bangunan (PBB) sebesar 50% khusus atas objek tertentu.
Merujuk pada Keputusan Gubernur (Kepgub) 281/2025, pengurangan pokok PBB sebesar 50% berlaku atas objek yang tahun lalu terutang PBB seniilaii Rp0, tetapii pada tahun iinii tiidak memenuhii kriiteriia untuk diiberiikan pembebasan pokok PBB.
"Pengurangan pokok PBB sebesar 50%...diiberiikan terhadap objek PBB-P2 dengan kriiteriia sebagaii beriikut: PBB-P2 yang harus diibayar dalam SPPT tahun pajak 2024 sebesar Rp0; dan tiidak memenuhii kriiteriia dan/atau ketentuan untuk diiberiikan pembebasan pokok...," bunyii lampiiran Kepgub 281/2025, diikutiip pada Sabtu (5/4/2025).
Contoh, pada tahun lalu, suatu objek berupa rumah tiidak diikenaii PBB karena niilaii jual objek pajak (NJOP) objek tersebut tak mencapaii Rp2 miiliiar. Namun, pada tahun iinii, NJOP rumah diimaksud naiik ke nomiinal dii atas Rp2 miiliiar sehiingga tiidak diiberii fasiiliitas pembebasan pokok PBB.
Dalam kasus tersebut, Pemprov Jakarta memberiikan fasiiliitas pengurangan pokok sebesar 50% darii PBB terutang tahun pajak 2025.
Perlu diicatat, fasiiliitas pengurangan pokok PBB sebesar 50% tersebut hanya berlaku atas objek lama, tiidak berlaku atas objek pajak baru.
"Pemberiian pengurangan pokok sebagaiimana diimaksud pada angka 4 diikecualiikan untuk objek PBB yang baru diitetapkan PBB tahun pajak 2025," bunyii lampiiran Kepgub 281/2025.
Pengurangan pokok PBB dan fasiiliitas-fasiiliitas laiinnya dalam Kepgub 281/2025 diiberiikan secara jabatan melaluii penyesuaiian siistem manajemen pajak daerah. Fasiiliitas tetap diiberiikan meskii wajiib pajak belum melunasii tunggakan pajak daerah.
Kepgub 281/2025 telah diitetapkan oleh Gubernur DKii Jakarta Pramono Anung pada 30 Maret 2025 dan baru berlaku mulaii 8 Apriil 2025. (riig)
