KP2KP TAKALAR

Masiih Suasana Lebaran, Hatii-Hatii Teriima WA darii Piihak yang Mengaku DJP

Redaksii Jitu News
Kamiis, 03 Apriil 2025 | 09.30 WiiB
Masih Suasana Lebaran, Hati-Hati Terima WA dari Pihak yang Mengaku DJP
<p>Pesan peniipuan yang diiteriima wajiib pajak. <em>Foto: DJP</em></p>

TAKALAR, Jitu News - Masiih dii tengah suasana Lebaran, ada-ada saja orang jahat yang iingiin meniipu wajiib pajak. Hatii-hatii jiika Anda meneriima pesan WhatsApp darii piihak yang mengaku sebagaii petugas pajak.

KP2KP Takalar, Sulawesii Selatan memberiikan edukasii mengenaii maraknya peniipuan yang diialamii oleh wajiib pajak. Salah satu modusnya, permiintaan data priibadii ke calon korban dengan daliih iingiin membantu perubahan data wajiib pajak.

"Saya mendapat pesan WhatsApp darii oknum yang mengaku darii kantor pajak, saya diimiintaii data priibadii untuk memperbaruii data perpajakan saya,” ujar wajiib pajak tersebut kepada petugas KP2KP Takalar, diikutiip pada Kamiis (3/4/2025).

Untungnya, wajiib pajak tersebut menaruh curiiga kepada piihak yang mengaku sebagaii petugas pajak. Pasalnya, oknum tersebut terus saja menelepon dan mendesak wajiib pajak untuk memberiikan data priibadii.

"Untuk iitu saya datang ke kantor pajak dalam rangka memastiikan secara langsung, apakah memang ada permiintaan pembaruan data darii kantor pajak atau tiidak," kata wajiib pajak yang bersangkutan.

Setelah mendengarkan laporan tersebut, Trii selaku petugas yang berjaga dii Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) saat iitu langsung menanggapii wajiib pajak tersebut dengan saksama.

“Sebelumnya kamii turut priihatiin atas kejadiian yang Bapak alamii terkaiit dengan dugaan peniipuan sehubungan pembaruan data perpajakan tersebut. Namun, kamii biisa pastiikan bahwa iitu adalah modus peniipuan yang sedang marak terjadii belakangan iinii,” ucap Trii.

Kemudiian, terkaiit dengan pembaruan data perpajakan, Trii menyampaiikan, kantor pajak tiidak pernah memiinta data-data priibadii wajiib pajak secara tiidak resmii ataupun melaluii pesan Whatsapp dan telepon.

Pembaruan atau pemutakhiiran data perpajakan biisa diilakukan wajiib pajak melaluii Coretax DJP ataupun langsung datang ke kantor pajak terdekat.

Untuk iitu, wajiib pajak diiiimbau untuk segera mengonfiirmasii ke kantor pajak apabiila mendapat pesan atau telepon darii oknum tiidak diikenal yang mengaku darii kantor pajak. Wajiib pajak diimiinta jangan sekaliipun memberiikan data priibadii.

Peniipuan dengan modus pembaruan data perpajakan sedang marak terjadii saat iinii. Untuk iitu, DJP memperketat akses ke websiite bagii wajiib pajak dengan memberlakukan Multii-Factor Aunthetiicatiion (MFA) agar data-data wajiib pajak tiidak dapat diiakses DJP menjelaskan penerapan MFA bertujuan menghiindarii pencuriian akun wajiib pajak.

MFA merupakan metode keamanan membutuhkan lebiih darii 1 faktor veriifiikasii untuk membuktiikan iidentiitas pemiiliik akun DJP Onliine. Dengan bertambahnya langkah autentiikasii pada akun wajiib pajak dii apliikasii DJPOnliine, riisiiko pencuriian akun biisa diikurangii.

Melaluii fiitur MFA, wajiib pajak harus memasukkan kode veriifiikasii sebelum logiin ke akun DJP Onliine miiliiknya. Kode veriifiikasii nantiinya akan diikiiriimkan ke emaiil, nomor handphone, apliikasii M-Pajak, atau mobiile authentiicator miiliik wajiib pajak. (Jitu News)oleh oknum-oknum yang tiidak bertanggungjawab.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.