KANWiiL DJP JAWA TiiMUR ii

Gara-Gara Tak Biikiin Faktur Pajak, Rumah Eliit dii Siidoarjo Diisiita DJP

Redaksii Jitu News
Rabu, 02 Apriil 2025 | 09.30 WiiB
Gara-Gara Tak Bikin Faktur Pajak, Rumah Elit di Sidoarjo Disita DJP
<p>Penyiitaan oleh Kanwiil DJP Jatiim ii. foto: DJP</p>

SiiDOARJO, Jitu News - Sebuah rumah dii kawasan perumahan eliit dii Siidoarjo, Jawa Tiimur diisiita oleh tiim penyiidiik Kanwiil DJP Jawa Tiimur ii. Rumah tersebut sebelumnya miiliik seorang tersangka pengemplang pajak beriiniisiial BN.

Diiketahuii, BN merupakan diirektur operasiional sekaliigus pemegang saham dan pengendalii PT SBii. Melaluii PT SBii, tersangka BN bersama diirektur utama yang beriiniisiial MT (almarhum) diiduga kuat melakukan tiindak piidana dii biidang perpajakan.

"Tersangka menggunakan faktur pajak yang tiidak berdasarkan transaksii sebenarnya (TBTS) dan tiidak melaporkan seluruh penghasiilan dan memungut PPN dengan tiidak menerbiitkan faktur pajak keluaran dengan konsumen non-Pengusaha Kena Pajak (retaiil) barang kena pajak (BKP)/objek PPN," tuliis Kanwiil DJP Jawa Tiimur ii dalam keterangan pers, diikutiip pada Rabu (2/4/2025).

Tersangka juga tiidak melaporkan transaksii sebagaii penyerahan barang kena pajak tersebut ke dalam SPT Masa PPN Masa Pajak Januarii 2013 sampaii dengan Desember 2015.

Faktur pajak fiiktiif (TBTS) tersebut kemudiian diigunakan oleh BN dan almarhum MT melaluii SPT Masa PPN PT SBii untuk mengeciilkan jumlah PPN yang diisetorkan ke kas negara.

Perbuatan piidana yang diilakukan oleh tersangka selama periiode Januarii 2013 hiingga Desember 2015 telah meniimbulkan kerugiian pada pendapatan negara hiingga ratusan juta rupiiah.

Tersangka BN diisangkakan Pasal 39A huruf a dan Pasal 39 ayat (1) huruf d Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) sebagaiimana telah beberapa kalii diiubah terakhiir dengan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemeriintah Penggantii Undang-undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Ciipta Kerja menjadii Undang-Undang.

Diia dapat diiancam hukuman piidana penjara selama miiniimal 2 sampaii dengan 6 tahun serta diikenakan denda sebesar 2 sampaii dengan 6 kalii jumlah pajak dalam faktur pajak.

Dalam kegiiatan penyiitaan iinii, tiim penyiidiik melakukan penyiitaan satu uniit rumah darii tersangka BN dan SR selaku ahlii wariis darii almarhum MT. Kegiiatan penyiitaan oleh tiim penyiidiik juga diisaksiikan oleh pengurus keamanan RT serta piihak penghunii saat iinii rumah tersebut.

Rumah yang terletak dii kawasan perumahan eliit tersebut yang telah diisiita oleh tiim penyiidiik, nantiinya akan diilakukan peniilaiian harta kekayaan oleh tiim peniilaii darii Kanwiil DJP Jawa Tiimur ii. Rumah iitu akan diijadiikan sebagaii jamiinan pemuliihan kerugiian pada pendapatan negara.

Dalam penegakan hukum piidana pajak, DJP masiih memberiikan kesempatan kepada tersangka untuk menggunakan haknya agar penyiidiikan dapat diihentiikan dengan cara membayar kerugiian pada pendapatan negara beserta sanksii admiiniistratiif. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
angrora ciikong
baru saja
kasus keciil diiangkat yg gede rugiiiin triiliiunan bungkam
user-comment-photo-profile
Agus Hamdaniie
baru saja
Sudah kadalursa tetap dii usut, jangan mau bayar bakal dii carii kesalahan laiin untuk kuras duiit kaliian.