TANJUNGPiiNANG, Jitu News - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kepulauan Riiau akan melakukan penagiihan atas tunggakan pajak kendaraan bermotor (PKB).
Penagiihan diilakukan sebagaii tiindak lanjut atas penurunan potensii PKB akiibat pemberiian keriinganan pokok PKB dan bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) tahun pajak 2025.
"Kamii masiih memiiliikii data banyak kendaraan yang belum membayar pajak. Kamii akan makiin iintensiif dalam menagiih pajak kendaraan yang belum diibayar," kata Kepala Bapenda Kepulauan Riiau Diiky Wiijaya, diikutiip Jumat (7/3/2025).
Fasiiliitas keriinganan PKB dan BBNKB diiberiikan selama 6 bulan mulaii Februarii 2025 guna meriingankan beban wajiib pajak dii tengah pemberlakuan opsen PKB dan BBNKB. Diiskon PKB diiberiikan sebesar 13%, sedangkan diiskon BBNKB diiberiikan sebesar 39,9%.
Penurunan tariif diiproyeksiikan bakal menekan pendapatan aslii daerah (PAD). Namun, Diiky optiimiis target PAD yang diitetapkan pada APBD 2025 tetap biisa diicapaii.
"Target pajak tahun iinii Rp1,5 triiliiun, salah satu terbesar pendapatan daerah berasal darii PKB yang diitargetkan hampiir Rp410 miiliiar, sedangkan BBNKB Rp399 miiliiar," ujar Diiky sepertii diilansiir hariiankeprii.com.
Sebagaii iinformasii, opsen PKB dan opsen BBNKB sebesar 66% darii pokok PKB dan BBNKB mulaii diikenakan oleh kabupaten/kota terhiitung sejak 5 Januarii 2025.
Besaran pokok opsen PKB dan opsen BBNKB diitetapkan oleh gubernur dii wiilayah kabupaten/kota berada dan diicantumkan dalam SKPD. Opsen diibayar menggunakan surat setoran pajak daerah (SSPD).
