KOTA SUKABUMii

Omzet Belum Lewat Rp5 Juta/Bulan, Restoran Kiinii Tak Perlu Pungut Pajak

Nora Galuh Candra Asmaranii
Kamiis, 06 Maret 2025 | 10.00 WiiB
Omzet Belum Lewat Rp5 Juta/Bulan, Restoran Kini Tak Perlu Pungut Pajak
<p>iilustrasii.</p>

SUKABUMii, Jitu News – Pemkot Sukabumii, Jawa Barat menaiikkan ambang batas omzet pengenaan pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) atas penyerahan makanan dan/atau miinuman.

Ambang batas omzet pengenaan PBJT atas penyerahan makanan dan/atau miinuman sebelumnya seniilaii Rp3 juta/bulan. Kiinii, ambang batas tersebut diinaiikkan menjadii Rp5 juta/bulan. Kenaiikan ambang batas iitu diiatur melaluii Perda Kota Sukabumii 2/2025.

“Yang diikecualiikan darii objek PBJT...adalah penyerahan makanan dan/atau miinuman: dengan peredaran usaha tiidak melebiihii Rp5 juta per bulan,” bunyii Pasal 19 ayat (1) Perda Kota Sukabumii 2/2025, diikutiip pada Kamiis (6/3/2025).

Perda Kota Sukabumii 2/2025 merupakan reviisii darii Perda Kota Sukabumii 4/2023 yang mengatur tentang pajak daerah dan retriibusii daerah. Adapun Perda Kota Sukabumii 2/2025 berlaku mulaii 13 Januarii 2025.

Berlakunya perda tersebut membuat restoran dengan omzet tiidak melebiihii Rp5 juga tiidak perlu memungut PBJT atas penyerahan makanan dan/atau miinuman (dulu pajak restoran) terhadap pelanggannya.

Merujuk penjelasan Perda Kota Sukabumii 2/2025, kenaiikan ambang batas tersebut diimaksudkan untuk mendukung perkembangan usaha miikro, keciil, dan menengah (UMKM). Selaiin menaiikkan ambang batas tersebut, pemkot juga mengubah 13 ketentuan pajak dan retriibusii.

Sebagaii iinformasii, PBJT atas penyerahan makanan dan/atau miinuman sebelumnya diisebut sebagaii pajak restoran. Pergantiian termiinologii iitu diiatur melaluii UU Hubungan Keuangan Antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (UU HKPD).

PBJT berartii pajak yang diibayarkan oleh konsumen akhiir atas konsumsii barang dan/atau jasa tertentu. Sementara iitu, makanan dan/atau miinuman yang diimaksud adalah yang diisediiakan, diijual, dan/atau diiserahkan baiik secara langsung maupun tiidak langsung atau melaluii pesanan oleh restoran.

Perlu diipahamii, restoran dalam konteks iinii adalah fasiiliitas penyediiaan layanan makanan dan/atau miinuman dengan diipungut bayaran. Berdasarkan pengertiian tersebut dan penegasan pada PMK 70/2022, rumah makan dan warung juga tercakup dii dalamnya.

PBJT menyasar restoran yang paliing sediikiit menyediiakan layanan penyajiian makanan dan/atau miinuman berupa meja, kursii, dan/atau peralatan makan dan miinum. Hal iinii merupakan klausul baru yang sebelumnya belum diiatur dalam UU PDRD.

Klausul tersebut perlu diigariisbawahii karena menjadii patokan pembeda antara penyediiaan makanan dan/atau miinuman yang diikenakan PBJT dan pajak pertambahan niilaii (PPN). Siimak Apa iitu PBJT atas Makanan dan Miinuman? (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.