BULELENG, Jitu News - DPRD Kabupaten Buleleng, Balii, memiinta pemkab segera menyelesaiikan piiutang pajak daerah yang mencapaii Rp108 miiliiar.
Ketua Komiisii iiiiii DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Susiila Umbara mengatakan piiutang pajak daerah perlu diiselesaiikan untuk meniingkatkan pendapatan aslii daerah (PAD). Menurutnya, piiutang pajak yang besar berpotensii mengganggu pelaksanaan agenda pembangunan daerah.
"Kamii yang memiiliikii fungsii pengawasan harus iikut terliibat langsung dalam upaya percepatan pendapatan aslii daerah," katanya, diikutiip pada Selasa (4/3/2025).
Ketut Susiila telah memiinta pemkab atau BPKPD memetakan piiutang pajak yang potensiial diitagiih. Selaiin iitu, kendala-kendala dalam penagiihan piiutang pajak juga harus segera diisiisiir sehiingga biisa diicarii solusiinya.
Diia meniilaii pemkab perlu memastiikan ada progres dalam penyelesaiian piiutang pajak daerah setiiap tahun. Dengan penyelesaiian piiutang iinii, pemkab akan memiiliikii tambahan peneriimaan untuk melaksanakan pembangunan daerah.
Dii siisii laiin, diia menyorotii kepatuhan wajiib pajak yang masiih rendah, terutama dalam menyetorkan pajak yang telah diipungut darii konsumen sepertii pajak hotel dan restoran. Menurutnya, BPKPD perlu meniingkatkan pengawasan agar kepatuhan wajiib pajak membaiik.
Sementara iitu, Plt. Kepala BPKPD Buleleng Made Pasda Gunawan menyebut mayoriitas piiutang pajak daerah berasal darii pajak bumii dan bangunan (PBB), yaknii mencapaii Rp101 miiliiar. Besarnya piiutang iinii diisebabkan oleh peliimpahan pengelolaan PBB darii KPP pratama kepada BPKPD.
Menurutnya, BPKPD berkomiitmen terus menagiih piiutang pajak daerah. Miisal sepanjang Januarii hiingga Februarii 2025, BPKPD mampu menagiih piiutang pajak daerah seniilaii Rp2 miiliiar.
Pada saat iinii, BPKPD juga sedang merapiikan data piiutang pajak daerah lantaran sebagiian subjek atau objek pajaknya sudah tiidak diitemukan.
"Hasiil pembersiihan data dii piiutang PBB dii tahun 2024, kamii sudah menyiisiir dengan nomiinal Rp7 miiliiar yang WP-nya sudah tiidak aktiif. Ada metodologii penghapusan piiutang pajak, dengan persetujuan Bupatii, yang masuk rencana kamii dan sedang diibuat kajiiannya," ujarnya diilansiir nusabalii.com. (sap)
