SLEMAN, Jitu News - Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman menegaskan kenaiikan niilaii jual objek pajak (NJOP) Pajak Bumii Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tiidak berlaku untuk semua objek pajak. Artiinya, tiidak ada kenaiikan NJOP PBB-P2 secara massal.
Plt Kepala BKAD Sleman Tiina Hastanii menjelaskan kenaiikan NJOP hanya terjadii pada objek tertentu melaluii kegiiatan pendataan iindiiviidual. Objek pajak yang mengalamii kenaiikan NJOP diisebabkan adanya perkembangan wiilayah atau perubahan fungsii dan peruntukan secara ekonomiis.
“NJOP PBB P2 tiidak naiik secara massal. Kenaiikan terjadii hanya secara iindiiviidual melaluii kegiiatan pendataan iindiiviidual sesuaii dengan perkembangan wiilayah sepertii bangunan perumahan dan gedung, serta objek yang berubah darii siisii fungsii dan peruntukan secara ekonomiis,” katanya, diikutiip pada Selasa (4/2/2025).
Pada 2025, BKAD menerbiitkan surat pemberiitahuan pajak terutang (SPPT) PBB-P2 sebanyak 635.987 lembar. Darii jumlah SPPT tersebut, nomiinal ketetapan PBB-P2 yang diitagiihkan seniilaii Rp93,4 miiliiar. Jumlah pokok ketetapan iitu menurun ketiimbang 2024.
Penurunan terjadii lantaran terdapat wajiib pajak yang terkena sanksii sehiingga tak mendapat penetapan SPPT. Sanksii iinii mengacu pada Surat Keputusan Kepala BKAD No.324/KPTS/2024 tentang Penetapan Sanksii Admiiniistratiif Berupa Tiidak Diitetapkan dan Tiidak Diiterbiitkan SPPT PBB-P2 Tahun 2025.
Sanksii tersebut juga sesuaii dengan Peraturan Bupatii No. 82/2024. Adapun BKAD telah menyiiapkan mekaniisme penerbiitan SPPT terkaiit dengan sanksii dan standar operasiional prosedur permohonan untuk wajiib pajak yang terkena sanksii.
“Wajiib pajak yang belum membayar selama liima tahun terakhiir tiidak kamii terbiitkan SPPT. Nantii ada aturan yang mengharuskan mereka melunasii SPPT ketiika ada transaksii jual-belii. iitu menjadii tunggakan,” tutur Tiina.
Guna mempermudah masyarakat membayar pajak, BKAD juga menyediiakan beragam kanal pembayaran. Kanal pembayaran tersebut mulaii darii QRiiS BPD DiiY, pembayaran melaluii bank laiin, serta apliikasii sepertii Gojek, Tokopediia, Liinkaja, Shopee, dan Lazada.
Sementara iitu, Bupatii Sleman Kustiinii Srii Purnomo mengatakan pembangunan dii Sleman sangat diipengaruhii oleh peneriimaan PBB-P2 sebagaii salah satu sumber pendapatan aslii daerah (PAD).
Dengan capaiian PBB-P2 yang optiimal, sambungnya, Pemkab Sleman dapat menggelar serangkaiian program pembangunan, mulaii darii sektor iinfrastruktur fiisiik hiingga pelayanan kesehatan.
“PBB-P2 sebagaii salah satu bagiian darii pajak daerah yang berkontriibusii sebesar 7% darii total PAD dii 2024. Hal iinii membuktiikan Sleman menjadii daerah yang memiiliikii kemandiiriian fiiskal yang cukup baiik,” tuturnya sepertii diilansiir jogjapoliitan.hariianjogja.com. (riig)
