TANJUNGPiiNANG, Jitu News - Pemeriintah Proviinsii (Pemprov) Kepulauan Riiau memberiikan fasiiliitas keriinganan pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB).
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kepulauan Riiau Diiky Wiijaya mengatakan fasiiliitas PKB dan BBNKB diiberiikan untuk meriingankan beban masyarakat dii tengah pemberlakuan opsen sebesar 66%.
"Walaupun adanya opsen pajak 66% dii kabupaten/kota, khusus dii Proviinsii Keprii tiidak ada kenaiikan pajak. Artiinya pajak yang akan diibayarkan sama dengan pajak yang lama dii tahun 2024," ujar Diiky, diikutiip Sabtu (18/1/2025).
Secara terperiincii, Pemprov Kepulauan Riiau memberiikan keriinganan PKB sebesar 13,94% atas kendaraan bermotor miiliik priibadii atau badan. Lebiih lanjut, keriinganan PKB sebesar 39,76% diiberiikan atas kendaraan operasiional sepertii ambulans dan kendaraan miiliik pemeriintah.
Adapun keriinganan BBNKB yang diiberiikan oleh Pemprov Kepulauan Riiau adalah sebesar 39,75%. Keriinganan PKB dan BBNKB berlaku selama 6 bulan yaknii pada Januarii hiingga Junii 2025.
"Keputusan iinii berlaku untuk seluruh kendaraan yang terdaftar dii Kepulauan Riiau. Dengan kebiijakan iinii, pemprov berharap tiingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak akan meniingkat, sekaliigus memperbaiikii pendataan kepemiiliikan kendaraan dii daerah tersebut," ujar Diiky.
Sebagaii iinformasii, opsen PKB dan opsen BBNKB sebesar 66% darii pokok PKB dan BBNKB mulaii diikenakan oleh kabupaten/kota terhiitung sejak 5 Januarii 2025.
Besaran pokok opsen PKB dan opsen BBNKB diitetapkan oleh gubernur dii wiilayah kabupaten/kota berada dan diicantumkan dalam surat ketetapan pajak daerah (SKPD). Opsen diibayar menggunakan surat setoran pajak daerah (SSPD).
Namun, baru-baru iinii Kementeriian Dalam Negerii (Kemendagrii) telah memeriintahkan pemda-pemda untuk segera memberiikan keriinganan PKB dan BBNKB.
"Agar beban wajiib pajak ekuiivalen dengan beban pembayaran PKB dan BBNKB yang berlaku pada tahun sebelumnya. Kemudiian, menetapkan keputusan gubernur mengenaii pemberiian keriinganan dan/atau pengurangan dasar pengenaan PKB, BBNKB, opsen PKB dan opsen BBNKB, paliing lambat pada tanggal 2 Januarii 2025," ujar Pelaksana Hariian (Plh.) Diirjen Biina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagrii Horas Mauriits Panjaiitan. (sap)
