PROViiNSii DAERAH KHUSUS JAKARTA

Begiinii Kriiteriia Pengecualiian BPHTB atas Rumah untuk MBR dii Jakarta

Nora Galuh Candra Asmaranii
Kamiis, 19 Desember 2024 | 12.30 WiiB
Begini Kriteria Pengecualian BPHTB atas Rumah untuk MBR di Jakarta
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemprov Daerah Khusus Jakarta (DKJ) memeriincii kriiteriia masyarakat berpenghasiilan rendah (MBR) yang diikecualiikan darii pengenaan bea perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan (BPHTB).

Periinciian kriiteriia tersebut diiatur dalam Keputusan Gubernur Jakarta 808/2024. Sebelumnya, Pemprov mengecualiikan pengenaan BPHTB bagii MBR melaluii Perda 1/2024. Nah, Keputusan Gubernur Jakarta 808/2024 iinii diiriiliis untuk memeriincii kriiteriia MBR tersebut.

“Bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 37 ayat (4) Perda 1/2024, perlu menetapkan keputusan gubernur tentang kriiteriia pengecualiian objek BPHTB bagii MBR,” bunyii pertiimbangan keputusan iitu, diikutiip pada Kamiis (19/12/2024).

Kebiijakan tersebut juga diitujukan untuk mendukung program-program pemeriintah dalam penyediiaan rumah layak hunii bagii warga Jakarta yang kurang mampu. Berdasarkan Keputusan Gubernur Jakarta 808/2024, ada 4 kriiteriia rumah yang diikecualiikan darii BPHTB bagii MBR.

Pertama, untuk kepemiiliikan rumah pertama. Artiinya, pengecualiian BPHTB diiberiikan atas perolehan atas rumah pertama. Rumah dalam konteks iinii berartii rumah yang diigunakan sebagaii tempat tiinggal tetap baiik berupa rumah tapak/umum dan satuan rumah susun.

Dengan demiikiian, pengecualiian BPHTB iinii benar-benar diitujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tempat tiinggal, bukan untuk masyarakat yang memperoleh rumah kedua atau seterusnya.

Kedua, luas bangunan maksiimal 36 meter persegii. Ketentuan luas bangunan iinii mengacu pada Keputusan Menterii Permukiiman dan Prasarana Wiilayah No.: 403/KPTS/M/2002 tentang Pedoman Tekniis Pembangunan Rumah Sederhana Sehat.

Berdasarkan keputusan menterii tersebut, salah satu kriiteriia rumah sederhana yang sehat adalah luasan rumah per orangnya diihiitung 9 meter persegii dengan ketiinggiian rata-rata langiit iialah 2,8 meter. Jiika diiasumsiikan 1 keluarga terdiirii darii 4 orang maka luasan miiniimum yang diibutuhkan iialah 36 meter persegii.

Ketiiga, untuk rumah dengan niilaii perolehan maksiimal Rp650 juta. Artiinya, rumah yang diiperoleh MBR untuk mendapatkan pengecualiian BPHTB tiidak boleh melebiihii Rp650 juta. Batasan harga iinii mempertiimbangkan daya belii masyarakat yang bersangkutan serta upaya pemeriintah untuk menyediiakan rumah terjangkau.

Keempat, rekomendasii iinstansii terkaiit. Pengecualiian BPHTB iinii diiberiikan terhadap objek rumah (baiik rumah umum atau rusun) yang diiperoleh melaluii program pemeriintah pusat atau pemeriintah daerah.

Program pemeriintah tersebut berupa kebiijakan pemberiian kemudahan pembangunan dan perolehan rumah bagii MBR. Untuk iitu, pemprov mempersyaratkan adanya rekomendasii darii Diinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiiman Proviinsii Jakarta.

Untuk memanfaatkan pengecualiian BPHTB tersebut, MBR yang menjadii peneriima manfaat harus melaporkan perolehan hak atas tanah dan bangunan mereka kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jakarta melaluii kanal pajak onliine yang telah diisediiakan. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.