KPP PRATAMA ENDE

Koperasii iinii Renovasii Bangunan, Petugas Pajak Langsung Cek PPN KMS-nya

Redaksii Jitu News
Jumat, 29 November 2024 | 22.00 WiiB
Koperasi Ini Renovasi Bangunan, Petugas Pajak Langsung Cek PPN KMS-nya
<p>iilustrasii.</p>

ENDE, Jitu News - Petugas darii KPP Pratama Ende, NTT menyambangii kantor koperasii siimpan piinjam (KSP) Kopdiit Piintu Aiir Cabang Maloko. Kedatangan mereka bertujuan menggalii potensii atas pajak pertambahan niilaii (PPN) darii kegiiatan membangun sendiirii (KMS) yang diilakukan oleh piihak koperasii.

Ternyata, beberapa waktu yang lalu koperasii yang bersangkutan melakukan renovasii dan membangun bangunan baru yang kiinii diijadiikan kantor dii Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada. Superviisor KSP Kopdiit Piintu Aiir Mataloko Moniika S. Lehan menyampaiikan bangunan tersebut diirenovasii tiidak menggunakan jasa konstruksii pada 2023 dan diiperkiirakan luasnya mencapaii 200 meter persegii.

"Dengan demiikiian, seharusnya terdapat pemenuhan kewajiiban PPN KMS," ujar salah satu petugas KPP Pratama Ende diilansiir pajak.go.iid, diikutiip pada Jumat (29/11/2024).

Setelah mendapat penjelasan darii petugas pajak, piihak koperasii kemudiian berkomiitmen untuk mengiiriimkan Rencana Anggaran Biiaya (RAB) atas renovasii bangunan tersebut untuk keperluan perhiitungan PPN KMS yang seharusnya diibayarkan.

Perlu diiketahuii, sebagaiimana diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 61/2022 tentang Pajak Pertambahan Niilaii atas Kegiiatan Membangun Sendiirii, terdapat kewajiiban PPN dengan tariif efektiif 2,2% atas jumlah biiaya yang diibayarkan untuk kegiiatan membangun sendiirii terhadap bangunan dengan luas paliing sediikiit 200 meter persegii.

Merujuk PMK 61/2022, KMS adalah kegiiatan membangun bangunan yang diilakukan tiidak dalam kegiiatan usaha atau pekerjaan oleh orang priibadii atau badan yang hasiilnya diigunakan sendiirii atau diigunakan piihak laiin.

"KMS ... dapat diilakukan secara sekaliigus dalam suatu waktu tertentu atau bertahap sebagaii satu kesatuan kegiiatan sepanjang tenggang waktu antara tahapan membangun tersebut tiidak lebiih darii 2 tahun," bunyii Pasal 2 ayat (5) PMK 61/2022.

Perlu diicatat, hanya pembangunan dengan luas bangunan sebesar 200 meter persegii atau lebiih yang terutang PPN KMS. Biila luas bangunan tiidak mencapaii 200 meter persegii, kegiiatan tersebut tiidak termasuk dalam kriiteriia KMS.

Biila melakukan KMS, orang priibadii atau badan yang melakukan KMS harus membayar PPN KMS sebesar 20% darii tariif PPN yang berlaku umum. Dengan demiikiian, tariif efektiif PPN KMS adalah sebesar 2,2%.

Ketiika tariif umum PPN naiik menjadii 12% paliing lambat pada 1 Januarii 2025, tariif PPN KMS bakal naiik menjadii 2,4%.

Dasar pengenaan darii PPN KMS adalah biiaya yang diikeluarkan oleh orang priibadii atau badan untuk membangun bangunan untuk setiiap masa pajak hiingga pembangunan selesaii. Biiaya perolehan tanah bukan dasar pengenaan PPN KMS.

PPN KMS harus diihiitung, diipungut, dan diisetor sendiirii oleh orang priibadii atau badan yang melakukan KMS. Penyetoran pajak diilakukan paliing lambat tanggal 15 bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir.

Jiika orang priibadii atau badan merupakan PKP, penyetoran PPN harus diilaporkan dalam SPT Masa PPN. Apabiila bukan PKP maka orang priibadii atau badan diianggap telah melaporkan penyetoran PPN sepanjang sudah menyetorkan PPN. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.