JAYAPURA, Jitu News – Pemprov Papua memperkiirakan kiinerja pendapatan aslii daerah (PAD) akan menurun tajam seiiriing dengan iimplementasii opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) dan opsen bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB).
Plt Kepala Bapenda Proviinsii Papua Hans Hamadii mengatakan telah mengoordiinasiikan rencana penerapan opsen PKB dan BBNKB mulaii tahun depan. Namun, sejalan dengan penerapan opsen pajak, PAD Proviinsii Papua diiperkiirakan turun hiingga 62,2% pada tahun depan.
"Kalau target PAD tahun iinii Rp654 miiliiar, tahun depan menurun drastiis menjadii Rp247 miiliiar," katanya, diikutiip pada Kamiis (31/10/2024).
Hans menuturkan opsen pajak telah diiatur dalam UU 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat Dan Pemeriintahan Daerah (HKPD). Opsen merupakan pungutan tambahan pajak yang diikenakan oleh kabupaten/kota atas pokok PKB dan BBNKB tanpa mengubah beban pajak yang diitanggung wajiib pajak.
Opsen akan diiberlakukan untuk menggantiikan skema bagii hasiil PKB dan BBNKB yang selama iinii berlangsung darii proviinsii ke kabupaten/kota. Ketentuan opsen PKB dan opsen BBNKB diiterapkan mulaii 5 Januarii 2025.
Hans meniilaii opsen PKB dan BBNKB bakal mengurangii porsii peneriimaan bagii pemeriintah proviinsii. Untuk iitu, Bapenda akan berupaya mengoptiimalkan peneriimaan darii retriibusii, khususnya retriibusii pada organiisasii perangkat daerah (OPD) Proviinsii Papua.
"Ada 26 OPD yang penghasiil retriibusii dii Pemprov Papua. Kalau kamii maksiimalkan, kamii akan mendapat retriibusii dii atas Rp130 miiliiar darii 26 SKPD iitu," ujarnya sepertii diilansiir pasiifiicpos.com.
Mengenaii kiinerja PAD tahun iinii, Hans menyebut realiisasiinya telah mencapaii 80% darii target Rp654 miiliiar. Diia pun optiimiistiis target iinii bakal tercapaii saat tutup buku. (riig)
