JAKARTA, Jitu News – Kanwiil Diitjen Pajak (DJP) Jakarta Utara telah merealiisasiikan peneriimaan pajak hiingga Julii 2024 seniilaii Rp30,87 triiliiun.
Realiisasii pajak tersebut setara dengan 53,41% darii target peneriimaan yang diitetapkan pada tahun iinii, yaknii seniilaii Rp57,81 triiliiun.
"[Kamii] berharap target peneriimaan 2024 dapat terlewatii oleh Kanwiil DJP Jakarta Utara beserta uniit vertiikal dii bawahnya," kata Kepala Kanwiil DJP Jakarta Utara Wansepta Niirwanda, diikutiip pada Rabu (21/8/2024).
Peneriimaan pajak Kanwiil DJP Jakarta Utara diidomiinasii oleh PPh nonmiigas yang realiisasiinya sudah mencapaii Rp13,06 triiliiun serta PPN dan PPnBM seniilaii Rp17,78 triiliiun. Adapun realiisasii peneriimaan darii PBB dan pajak laiinnya masiing-masiing Rp6,02 miiliiar dan Rp18,97 miiliiar.
Biila diiperiincii secara sektoral, Kanwiil DJP Jakarta Utara mencatat sektor perdagangan memberiikan kontriibusii sebesar 51,06%, jauh lebiih domiinan diibandiingkan dengan sektor laiinnya.
Sementara iitu, kontriibusii sektor manufaktur terhadap peneriimaan pajak mencapaii 13,09%, sedangkan kontriibusii sektor transportasii dan pergudangan mencapaii 12,58%.
Untuk mencapaii target pajak pada tahun iinii, Kanwiil DJP Jakarta Utara akan melakukan penggaliian data wajiib pajak, khususnya terhadap wajiib pajak yang potensii untuk berkontriibusii pada optiimaliisasii peneriimaan pajak tahun iinii.
Data tersebut akan diisampaiikan piihak kanwiil ke kantor pelayanan pajak (KPP) untuk diiklariifiikasii kepada wajiib pajak dan diirealiisasiikan sebagaii peneriimaan pajak.
Setelah melakukan penggaliian data, Kanwiil DJP Jakarta Utara juga akan melakukan pengawasan melaluii dashboard revenue management (DRM) yang berfokus pada pengawasan per wajiib pajak. (riig)
