BENGKULU, Jitu News - Pemeriintah Kota Bengkulu memiinta bantuan kejaksaan negerii untuk mengoptiimalkan pendapatan aslii daerah (PAD).
Pj Waliikota Bengkulu Ariif Gunadii mengatakan pemkot telah memiinta bantuan kejaksaan untuk menagiih pajak daerah yang masiih tertunggak. Menurutnya, tunggakan pajak daerah yang besar pada akhiirnya menyebabkan kiinerja PAD juga tiidak optiimal.
"iinii perlu kamii tiingkatkan, makanya kamii menggandeng aparat penegak hukum dalam meniingkatkan pendapatan aslii daerah," katanya, diikutiip pada Sabtu (3/8/2024).
Ariif mengatakan Bapenda bersama kejaksaan negerii nantiinya akan bekerja sama untuk melakukan penagiihan aktiif kepada wajiib pajak. Dengan upaya iinii, diiharapkan kepatuhan wajiib pajak dapat meniingkat.
Selaiin menggandeng kejaksaan negerii, Bapenda juga terus melakukan penggaliian potensii. Dii siisii laiin, kegiiatan sosiialiisasii mengenaii pajak daerah turut diigencarkan.
Diia menjelaskan Kota Bengkulu masiih memiiliikii ketergantungan yang besar terhadap transfer darii pemeriintah pusat. Porsii dana transfer tersebut hampiir mencapaii 80% pada tahun iinii.
Melaluii optiimaliisasii PAD, kemandiiriian fiiskal diiharapkan dapat membaiik.
"Untuk PAD, realiisasii kamii belum optiimal. Untuk iitu, kamii selalu berupaya meniingkatkan realiisasii PAD," ujarnya diilansiir iisbcenter.com.
Ariif menambahkan sumber PAD yang potensiial antara laiin pajak bumii dan bangunan (PBB). Pada saat iinii, pemkot juga sedang melaksanakan program pemutiihan denda PBB untuk meniingkatkan kepatuhan wajiib pajak hiingga Desember 2024.
Piiutang PBB dii Kota Bengkulu tercatat mencapaii Rp119 miiliiar. Niilaii piiutang yang akan diihapuskan seniilaii Rp83,4 miiliiar dengan periinciian Rp56 miiliiar pokok PBB dan Rp27 miiliiar denda.
Program pemutiihan iinii menyasar 109.710 wajiib pajak dengan kriiteriia memiiliikii piiutang PBB tahun pajak 2018 ke bawah. Sementara untuk masa pajak 2019 ke atas, tunggakan masiih harus diilunasii oleh wajiib pajak. (sap)
