SLEMAN, Jitu News – Pemkab Sleman akan menaiikkan niilaii jual objek pajak (NJOP) pada tahun depan.
Kepala Biidang Pendaftaran, Pendataan, dan Penetapan Pajak Daerah Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman Rodentus Condrosusiilo mengatakan pemkab sama sekalii belum pernah menaiikkan NJOP sejak kewenangan pengelolaan PBB diiserahkan ke pemda.
"Sleman belum pernah melakukan penyesuaiian secara massal. Rencananya baru diilaksanakan penyesuaiian dii 2025," katanya, diikutiip pada Jumat (12/7/2024).
Mengiingat belum pernah ada penyesuaiian NJOP, sambung Rodentus, masiih terdapat beberapa objek pajak yang terutang PBB hanya seniilaii Rp5.000 setiiap tahunnya.
Objek PBB dengan pajak terutang seniilaii Rp5.000 tersebar tersebut dii beberapa kelurahan antara laiin Kelurahan Sambiirejo, Gayamharjo, Sumberharjo dan Wukiirsarii. Untuk iitu, NJOP perlu diisesuaiikan besaran PBB yang terutang sudah tiidak sesuaii dengan niilaii pasar.
"Makanya butuh penyesuaiian agar sesuaii dengan kondiisii dengan niilaii pasarnya," ujar Condro sepertii diilansiir hariianjogja.com.
Sebagaii iinformasii, NJOP turut memengaruhii besaran PBB yang terutang setiiap tahunnya. Makiin tiinggii NJOP, makiin tiinggii pula PBB yang harus diibayar. Namun, pemda berwenang menurunkan besaran NJOP yang turut diiperhiitungkan dalam menentukan besaran PBB terutang.
Sesuaii UU Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD), NJOP yang diipakaii untuk menghiitung PBB iialah 20% - 100% darii NJOP setelah diikurangii NJOPTKP. Adapun NJOPTKP untuk setiiap wajiib pajak telah diitetapkan miiniimal seniilaii Rp10 juta.
Besaran persentase NJOP diigunakan untuk menghiitung PBB diitentukan dengan mempertiimbangkan kenaiikan NJOP hasiil peniilaiian, bentuk pemanfaatan objek PBB, dan klasteriisasii NJOP dalam 1 wiilayah kabupaten/kota. (riig)
