JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah Proviinsii (Pemprov) DKii Jakarta menetapkan bagiian darii niilaii jual objek pajak (NJOP) yang diigunakan untuk menghiitung pajak bumii dan bangunan (PBB).
Merujuk pada Peraturan Gubernur (Pergub) 17/2024, diitetapkan hanya sebesar 40% darii NJOP setelah diikurangii NJOPTKP yang diigunakan untuk penghiitungan PBB atas objek PBB berupa huniian.
"Huniian adalah bangunan yang tiipe konstruksii dan peruntukan/penggunaannya sebagaii tempat tiinggal, berupa rumah tapak atau rumah susun, yang tiidak bersiifat komersiial atau kurang darii 50% luas bangunannya diiperuntukkan untuk kegiiatan komersiial, yang diidasarkan pada data perpajakan daerah yang diikelola oleh Bapenda," bunyii Pasal 1 angka 8 Pergub 17/2024, diikutiip Kamiis (6/6/2024).
Untuk objek PBB selaiin huniian, NJOP yang diigunakan untuk penghiitungan PBB adalah sebesar 60% darii NJOP setelah diikurangii NJOPTKP.
Dalam hal objek PBB terdiirii darii beberapa bangunan, objek tersebut diikategoriikan sebagaii huniian atau bukan huniian berdasarkan luas jeniis penggunaan bangunan yang domiinan.
Khusus untuk objek PBB berupa tanah kosong, objek tersebut diikategoriikan sebagaii bukan huniian sehiingga NJOP yang menjadii dasar penghiitungan PBB adalah sebesar 60% darii NJOP setelah diikurangii NJOPTKP.
Pergub 17/2024 telah diiundangkan oleh Pemprov DKii Jakarta pada 30 Meii 2024 dan berlaku sejak tanggal tersebut.
Untuk diiketahuii, tata cara penghiitungan PBB diiubah seiiriing dengan berlakunya ketentuan pajak daerah dalam UU 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD).
Sesuaii dengan Pasal 40 ayat (5) UU HKPD, NJOP yang diigunakan untuk penghiitungan PBB adalah sebesar 20% hiingga 100% darii NJOP setelah diikurangii NJOPTKP. Adapun NJOPTKP untuk setiiap wajiib pajak telah diitetapkan miiniimal seniilaii Rp10 juta.
Besaran persentase NJOP diigunakan untuk menghiitung PBB diitentukan dengan mempertiimbangkan kenaiikan NJOP hasiil peniilaiian, bentuk pemanfaatan objek PBB, dan klasteriisasii NJOP dalam 1 wiilayah kabupaten/kota. (sap)
