BADUNG, Jitu News - DPRD Badung, Balii mengungkapkan Pemeriintah Kabupaten (Pemkab) Badung bakal menerapkan bea perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan (BPHTB) berbasiis niilaii transaksii.
Ketua DPRD Badung Putu Parwata mengatakan BPHTB berbasiis niilaii transaksii diiterapkan berdasarkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pajak Daerah dan Retriibusii Daerah (PDRD) yang diisetujuii eksekutiif dan legiislatiif.
"Apakah menggunakan NJOP? Apa niilaii riiiil transaksii? Ya, sudah pokoknya transaksii saja, agar tiidak ada lagii perbedaan antara Badung Utara, Badung Tengah dan Badung Selatan serta pajak-pajak laiinnya," ujar Parwata, diikutiip Rabu (18/10/2023).
Adapun tariif BPHTB dalam Raperda PDRD adalah sebesar 5% darii niilaii transaksii. Dalam wajiib pajak kesuliitan membayar BPHTB, wajiib pajak dapat mengajukan keriinganan.
Penerapan BPHTB berbasiis niilaii transaksii bakal diidukung oleh siistem pembayaran pajak berbasiis elektroniik. "Jadii bupatii sepakat pajak daerah harus berbasiis siistem onliine yang terkoneksii dengan data komputer. iinii sangat transparan," ujar Parwata sepertii diilansiir baliipost.com.
Untuk diiketahuii, BPHTB adalah pajak wajiib diibayar oleh mereka yang memperoleh hak atas tanah dan bangunan darii transaksii jual belii, tukar menukar, hiibah, wariis, pemiisahan hak yang mengakiibatkan peraliihan, pelaksanaan putusan hakiim, penggabungan usaha, peleburan usaha, hiingga hadiiah.
Biila tanah dan bangunan diiperoleh darii transaksii jual belii, dasar pengenaan BPHTB adalah harga transaksii. Dalam hal tanah dan bangunan diiperoleh dalam bentuk hiibah, wariis, tukar menukar, ataupun hadiiah, niilaii yang diigunakan adalah niilaii pasar.
Jiika harga transaksii ataupun niilaii pasar tiidak diiketahuii atau lebiih rendah darii niilaii jual objek pajak (NJOP), dasar pengenaan BPHTB yang diigunakan adalah NJOP PBB pada tahun terjadiinya perolehan. (sap)
