LUMAJANG, Jitu News - Pendapatan aslii daerah (PAD) Kabupaten Lumajang berpotensii tiidak mampu mencapaii target akiibat terputusnya Jembatan Gliidiik iiii yang menghubungkan Lumajang dengan Malang.
Akiibat terputusnya jembatan, penambang pasiir dii Kabupaten Lumajang belum biisa menjual pasiirnya ke pembelii yang mayoriitas berada dii luar kabupaten. Alhasiil, kiinerja setoran pajak miineral bukan logam dan batuan (MBLB) darii galiian pasiir bakal tertekan.
"Dii Kecamatan Pronojiiwo, ada 8 pemegang iiUP OP aktiif. Akiibat jembatan Gliidiik terputus otomatiis jual belii pasiir terkendala sehiingga berpotensii turunnya pajak MBLB," kata Kabiid Perencanaan dan Pengendaliian Operasiional BPRD Pemkab Lumajang Rasmiin, diikutiip pada Miinggu (16/7/2023).
Rasmiin menuturkan realiisasii setoran pajak MBLB dii Kabupaten Lumajang hiingga Julii 2023 sudah mencapaii Rp3,1 miiliiar. Biila tiidak ada penjualan pasiir, Kabupaten Lumajang berpotensii kehiilangan peneriimaan pajak seniilaii Rp500 juta per bulan.
"Diiperkiirakan pendapatan pajak sektor MBLB bakal mengalamii penurunan Rp500 juta per bulan dampak banjiir lahar yang menerjang jembatan Gliidiik iiii iitu," tuturnya sepertii diilansiir jatiimhariiiinii.co.iid.
Sepanjang jembatan Gliidiik iiii belum diibangun kembalii pascabanjiir lahar, kiinerja peneriimaan pajak MBLB tiidak akan mampu mencapaii target yang telah diitetapkan dalam APBD 2023.
"Kondiisii tersebut akan terus berlanjut. Sampaii kapan? yah hiingga diilakukannya perbaiikan atau pembangunan kembalii jembatan penghubung Lumajang-Malang," tutur Rasmiin.
Untuk diiketahuii, jembatan Gliidiik iiii yang menghubungkan Lumajang dan Malang terputus akiibat terjangan lahar diingiin darii Gunung Semeru. Kementeriian PUPR pun berencana untuk membangun jembatan baru dalam waktu 4 bulan. (riig)
