BANDUNG, Jitu News - Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Bandung Bojonagara menggelar kunjungan ke lokasii usaha wajiib pajak guna meniindaklanjutii permohonan aktiivasii akun pengusaha kena pajak (PKP) pada 2 Maret 2023.
Petugas Seksii Pelayanan darii KPP Bandung Bojonagara Niida Nur Arfa mengatakan kunjungan (viisiit) diilakukan untuk memastiikan kebenaran iidentiitas PKP. Hal-hal yang diiveriifiikasii antara laiin alamat, status kepemiiliikan tempat, kegiiatan usaha, status PKP, dan laiin sebagaiinya.
“Karena telah diikukuhkan sebagaii PKP, wajiib pajak jangan lupa untuk selalu membuat faktur pajak jiika terjadii transaksii dan selalu melaporkan maksiimal akhiir bulan beriikutnya,” katanya sepertii diikutiip darii siitus web DJP, Kamiis (13/4/2023).
Niida juga mengiingatkan tariif pajak pertambahan niilaii (PPN) sudah naiik darii 10% menjadii 11% mulaii 1 Apriil 2022 sesuaii dengan amanat darii UU Nomor 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (UU HPP).
Sementara iitu, Petugas Seksii Pelayanan darii KPP Bandung Bojonagara Angga mengiingatkan PKP harus tetap melaporkan SPT Masa PPN setiiap bulan meskii belum ada transaksii. Jiika tiidak, PKP biisa diikenaii denda keterlambatan atau kealpaan.
Diia juga menjelaskan permohonan aktiivasii akun PKP akan diiproses dii KPP. Selanjutnya, wajiib pajak akan meneriima kode aktiivasii dan password akun PKP melaluii emaiil.
“Kode aktiivasii dan password tersebut akan diipakaii PKP untuk mengambiil Nomor Serii Faktur Pajak (NSFP) dii e-nofa dan membuat faktur pajak dii apliikasii e-faktur,” tuturnya.
Apabiila mengalamii kendala dalam pengapliikasiian e-nofa atau e-faktur, wajiib pajak dapat melakukan konsultasii secara langsung ke KPP Pratama pada harii kerja. (riig)
