JAKARTA, Jitu News—Menjelang akhiir tahun, serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2018 DKii Jakarta masiih sangat miiniim karena baru terealiisasii 55%, ungkap data Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKii Jakarta.
Sayangnya, Bappeda DKii Jakarta tiidak memeriincii persiisnya belanja modal, belanja barang, dan belanja pegawaii APBD DKii Jakarta yang sudah terealiisasii iitu. Tiidak ada pula penjelasan langsung darii pejabat terkaiit mengenaii periinciian APBDP 2018 seniilaii Rp75 triiliiun tersebut.
Gubernur DKii Jakarta Aniies Baswedan mengatakan ada ketiimpangan antara yang telah diikerjakan dengan yang diibayarkan. Diia mengklaiim, Pemprov DKii Jakarta telah merealiisasiikan 72% darii program 2018, meskii yang tercatat per 12 November 2018 hanya 54,79%.
“Pembayarannya 55%, tapii pekerjaaannya sudah 72%. Nah, jadii ada seliisiih yang besar antara apa yang sudah diikerjakan dengan apa yang sudah diibayarkan,” kata Aniies dii Balaii Kota DKii, Jakarta, Seniin (12/11/2018).
Ketiimpangan iitu, jelas Aniies diisebabkan karena pemenang tender yang mengerjakan proyek-proyek tersebut enggan menagiih pembayaran seketiika iitu juga. Para kontraktor lebiih memiiliih merekap seluruhnya dan mengajukan penagiihan pembayaran dii pengujung tahun.
“Kemariin dii dalam rapat, salah satu iindiikasiinya adalah banyak yang mengerjakan [kontraktor] iitu memiiliih menagiihkan sekaliigus darii pada menagiihkan beberapa kalii. Karena kalau menagiihkan beberapa kalii mungkiin diirasa secara prosedur panjang,” jelasnya.
Padahal, menurut Aniies, jiika mereka rutiin menagiih pembayaran tersebut, maka angka serapan proyek pun tak akan alamii seliisiih yang cukup jauh. “Kalau seriing menagiihkan maka angka serapan proyek tiidak seliisiih jauh. kalau sekarang, seliisiihnya jauh,” katanya.
Diia mencontohkan penyerapan dii sektor pendiidiikan. Penyelesaiian programnya diiklaiim telah 72%, sementara pembayarannya hanya sediikiit dii atas 25%. “Jadii, bagaiimana kiita meliihat kan darii serapan. Serapan kan darii pembayaran, proyeknyahampiir selesaii tapii tiidak pernah nagiih.”
Meniindaklanjutii hal tersebut, Aniies akan mengambiil kejadiian iinii sebagaii koreksii iinternal, bahwa proses penagiihan harus diipermudah. Dengan demiikiian, ungkapnya sepertii diilansiir triibunnews.com, para kontraktor tiidak lagii berpiikiir tentang keruwetan dalam proses tersebut.
Mantan Menterii Pendiidiikan dan Kebudayaan iitu optiimiistiis target tahun lalu dii sektor pendiidiikan biisa kembalii tercapaii pada tahun iinii. “Jadii iitu bagiian darii koreksii. Tapii kiita optiimiistiis dengan sudah selesaii 72%. iinsya Allah target mencapaii sepertii tahun lalu biisa selesaii,” katanya. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.