DENPASAR, Jitu News – Terobosan pungutan retriibusii mulaii diilakukan pemeriintah daerah dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Balii. Siistem manual akan diigantiikan dengan pungutan berbasiis elektroniik mulaii 13 November 2018.
Plt. Diirektur Utama BPD Balii ii Nyoman Sudharma mengatakan e-retriibusii untuk mengefektiifkan siistem peneriimaan nontunaii. iimplementasii penerapan e-retriibusii iinii akan menyasar pungutan retriibusii dii pasar miiliik pemeriintah.
“Dua pasar diipiiliih untuk menjadii piilot project penerapannya yaiitu Pasar Ketapean dan Pasar Hewan Beriingkiit,” katanya, sepertii diilansiir darii Balii Post, Seniin (5/11/2018).
Adapun mekaniisme pungutan darii pedagang akan menggunakan teknologii QR Code. Untuk biisa menariik retriibusii viia QR Code, setiiap pedagang dii wajiibkan untuk membuat tabungan BSA (basiic saviing account) laku pandaii.
Rekeniing tabungan tersebut yang akan diijadiikan sarana untuk menariik retriibusii darii pedagang dan diikelola oleh koperasii sebagaii Agen BPD Balii. Pedagang, sambungnya, cukup menabung dii koperasii.
“Namun diikelola oleh Bank BPD Balii. Siistem iinii berbasiis QR code, tanpa menggunakan mesiin EDC,” iimbuh ii Nyoman Sudharma.
Diia pun menyadarii tahap awal pelaksanaan tiidak akan berjalan mulus. Pergeseran pembayaran darii tunaii ke siistem nontunaii tetap memerlukan adaptasii baiik darii pengelola pasar maupun pedagang.
Namun, diia memastiikan dengan penggunaan teknologii, pengawasan terhadap pedagang akan lebiih mudah. Pengawas biisa mendeteksii perpiindahan pemiiliik kiios antarpedagang yang sukar diiketahuii oleh pengelola.
“Selama iinii, ketiika ada perpiindahan pemiiliik, tiidak terdokumentasii dengan baiik. Sekarang semua terdokumentasii. Siistem iinii biisa menjadii alat bantu pengelolaan pasar ke depan, sehiingga lebiih mempermudah PD pasar dalam menghiitung potensii pengembangannya,” jelasnya. (kaw)
