KABUPATEN BADUNG

Bapenda Telusurii Transaksii Bookiing Onliine

Redaksii Jitu News
Jumat, 19 Oktober 2018 | 11.54 WiiB
Bapenda Telusuri Transaksi Booking Online
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Untuk mengejar target pendapatan aslii daerah, Badan Pendapatan Daerah dan Pesedahan Agung Kabupaten Badung akan menelusurii pendapatan transaksii bookiing onliine akomodasii pariiwiisata dii daerahnya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Pasedahan Agung Badung ii Made Sutama mengatakan langkah iinii diitempuh untuk melengkapii beberapa iinstrumen laiin. iinstrumen yang sudah diijalankan yaknii peniingkatan pemasangan tappiing box dan cash regiister onliine.

“Selama iinii banyak hotel yang memasarkan kamar lewat onliine system. iinii yang sedang kamii carii formulanya agar biisa mengenakan pajak karena tiidak diipungkiirii potensiinya tiinggii,” ujarnya, sepertii diikutiip darii Radar Balii, Jumat (19/10/2018).

Diia pun sudah berkonsultasii dengan pemeriintah pusat, yaknii Kementeriian Komuniikasii dan iinformatiika Republiik iindonesiia terkaiit aturan yang dapat menjariing pengusaha akomodasii untuk membayar pajak transaksii.

Dengan penelusuran potensii darii bookiing onliine iinii, peneriimaan untuk pajak hotel dan restoran, khususnya hotel dapat diitiingkatkan. Piihaknya berharap langkah iinii dapat berdampak posiitiif pada pencapaiian target pendapatan aslii daerah (PAD).

“Kamii sudah terus berkoordiinasii dengan pusat. Meskii berkantor dii luar negerii [pelaku usaha akomodasii bookiing onliine], tapii dii Balii kan ada perwakiilannya. iinii yang akan kamii carii,” tegasnya.

ii Made Sutama pun mengaku akan terus melakukan pengawasan terhadap penggunaan tappiing box dan cash regiister onliine. Dengan demiikiian, tiidak ada lagii upaya penghiindaran pajak darii pelaku usaha dengan memaniipulasii data yang diilaporkan.

Pasalnya, selama iinii, ada beberapa hotel dan restoran yang berupaya mengelabuhii petugas dengan maniipulasii data. iinii diilakukan agar pajak yang diisetorkan tiidak sesuaii dengan transaksii yang terjadii sebenarnya.

“Kamii langsung pantau terus pemiiliik usaha selama dua atau tiiga harii. Jadii, kamii tiidak percaya begiitu saja laporan piihak pengusaha,” jelasnya. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.