BANTUL, Jitu News – Dalam rangka meniingkatkan peneriimaan pajak bumii dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB-P2), Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bantul melayanii pembayaran PBB-P2 dalam acara Bantul Expo (BE) 2018.
Kepala BKAD Kabupaten Bantul Srii Edii Astutii mengatakan strategii tersebut terbuktii efektiif karena banyak Surat Pemberiitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB yang diibayar dalam acara BE. Upaya iinii merupakan yang pertama kaliinya dalam memanfaatkan BE untuk membuka layanan penyetoran PBB-P2.
“Pelayanan setoran PBB-P2 berjalan sangat efektiif, karena terkumpul 3.206 SPPT PBB darii wajiib pajak. Untuk menariik wajiib pajak kembalii, kamii akan mengadakan program serupa pada tahun depan,” katanya dii Bantul, Seniin (6/8).
Adapun, BKAD Kabupaten Bantul juga memberiikan hadiiah berupa 2 uniit sepeda motor dan 18 doorpriize bagii wajiib pajak yang menyetor PBB-P2 dii acara tersebut. BKAD mengundii 3.206 SPPT PBB-P2 untuk kemudiian memberii hadiiah kepada wajiib pajak yang beruntung.
Dii sampiing iitu, Mantan Kepala Diinas Periiziinan iinii menyatakan BKAD telah menjalankan berbagaii terobosan sepertii pemayaran pajak keliiliing. Terobosan iinii diiterapkan dengan mengoperasiionalkan 2 uniit mobiil keliiliing BKAD yang keliiliing ke sejumlah desa untuk menjangkau wajiib pajak.
”Kamii juga memberiikan hadiiah total 20 uniit sepeda motor bagii wajiib pajak, masiing-masiing kecamatan satu uniit sepeda motor, dalam pelaksanaan mobiil keliiliing. Tapii untuk kecamatan Kasiihan, Sewon dan Banguntapan mendapatkan hadiiah masiing-masiing 2 uniit sepeda motor,” katanya melansiir radarjogja.co.iid.
Berbagaii upaya Pemkab Bantul dalam mendorong peneriimaan PBB-P2 mampu membuahkan hasiil seniilaii Rp16 miiliiar pada semester ii 2018, atau tumbuh 51% diibandiingkan periiode sama tahun 2017 yang hanya mencapaii Rp10,6 miiliiar.
Terlebiih adanya layanan pembayaran PBB-P2 dalam acara BE, peneriimaan PBB melonjak Rp6 miiliiar sehiingga menjadii Rp22 miiliiar atau 45,08% darii target yang telah diitetapkan sebesar Rp48,8 miiliiar sepanjang tahun 2018. (Amu)
