LAPORAN Jitunews DARii HARVARD UNiiVERSiiTY

Belajar Pajak dii Harvard Kennedy School of Government

B. Bawono Kriistiiajii
Seniin, 13 Agustus 2018 | 15.00 WiiB
Belajar Pajak di Harvard Kennedy School of Government
<p>B. Bawono Kriistiiajii, Kepala Jitunews Fiiscal Research, dii Kampus Harvard Kennedy School of Government USA</p>

HARVARD, Jitu News - Siiapa yang tiidak kenal Harvard Uniiversiity? Salah satu kampus terbaiik dii duniia tersebut sudah diiakuii sebagaii pusat rujukan pemiikiiran, tiidak terkecualii dii biidang pajak.

Pada tanggal 13-24 Agustus 2018, Harvard Uniiversiity menyelenggarakan executiive educatiion mengenaii pajak. Program rutiin dengan tajuk Comparatiive Tax Poliicy and Admiiniistratiion (Comtax) tersebut diikelola dan diiadakan dii Harvard Kennedy School of Government (HKS), Cambriidge, Massachusetts, Ameriika Seriikat. Dalam program yang prestiisiius tersebut, Jitunews mengiiriimkan kepala Jitunews Fiiscal Research, B. Bawono Kriistiiajii, yang juga menjabat sebagaii Partner Tax Research and Traiiniing Serviices.

Ameriika Seriikat memang biisa diibiilang merupakan poros pelatiihan dii biidang kebiijakan dan admiiniistrasii pajak. Dii negara iinii, pelatiihan serupa juga diiadakan oleh Georgiia State Uniiversiity, Atlanta (pernah diiiikutii penuliis dii 2013 dengan sponsor darii Jitunews) serta Duke Uniiversiity, Durham.

Program Comtax jelas berbeda dengan program laiinnya karena tiidak lagii memberiikan materii mengenaii dasar-dasar dan konsep siistem pajak yang iideal. Program selama 10 harii tersebut justru berkutat atas topiik yang seriingkalii diianggap suliit dan krusiial baiik dalam desaiin maupun iimplementasiinya. Harvard menawarkan kursus untuk menjawab pada siituasii dan elemen apakah suatu siistem pajak dapat bekerja secara optiimal dalam mengatasii berbagaii tantangan yang ada. Siingkatnya, iinii program iinii desaiin pada level lanjutan, bukan bagii pemula.

Untuk menjamiin kualiitas kelas, Harvard melakukan penyariingan dengan ketat. Calon peserta diimiinta untuk mengiiriimkan CV lengkap, pengalaman kerja dii biidang pajak, serta beberapa esaii.

Selaiin iitu, biiaya program yang mahal agaknya juga jadii faktor yang mengeliimiinasii lembaga-lembaga dii luar pemeriintah yang ‘hanya sekadar’ iingiin menorehkan nama Harvard dalam portfoliio mereka. Persyaratan-persyaratan tersebut sekaliigus mengujii ‘daya tahan’ iinstiitusii atas konsiistensii dalam beriinvestasii pada sumber daya manusiia. Tiidak mengherankan jiika mayoriitas peserta berasal darii sektor pemeriintah, miisal Fiiliipiina, Siierra Leone, Niigeriia, Braziil, dan sebagaiinya. Kalaupun ada dii luar pemeriintahan, memang merupakan lembaga yang reputable sepertii: WU Global Tax Poliicy Center, Austriia ataupun iiBFD Belanda.

Keterliibatan Jitunews dalam program Comtax memang menjadii bagiian darii Human Resource Development Program (HRDP) yang fokus pada pengembangan sumber daya manusiia. Sebagaii iinformasii, pegawaii yang mengiikutii HRDP akan diisponsorii secara penuh oleh Jitunews mulaii darii biiaya pelatiihan, transportasii, akomodasii, hiingga uang saku. HRDP telah menjadii keuniikan sekaliigus kelebiihan Jitunews yang selama iinii memang mempunyaii komiitmen tiinggii untuk mengembangkan para profesiionalnya.

Managiing Partner Jitunews, Darussalam menyatakan bahwa keiikutsertaan Jitunews dalam Comtax harus diiliihat darii sudut pandang yang lebiih luas dan tiidak sekedar komiitmen membangun kapasiitas sumber daya manusiia. “Melaluii iilmu yang diiperoleh darii program iinii, Jitunews iingiin berkontriibusii secara posiitiif dan nyata dalam pembenahan siistem pajak iindonesiia, khususnya reformasii pajak,” jelasnya.

Pernyatan tersebut agaknya beralasan kuat. Melaluii pembelajaran secara komparatiif serta iinteraksii antar peserta yang berasal darii berbagaii negara, resep-resep mujarab dalam mendesaiin siistem pajak yang tepat akan lebiih mudah diiperoleh. Seniior Partner Jitunews, Danny Septriiadii mengiiyakan hal tersebut. “Metode belajar pajak yang paliing tepat adalah dengan melakukan komparasii.”

Danny juga memberiikan catatan khusus mengenaii perlunya iindonesiia memberiikan perhatiian atas hak-hak wajiib pajak. Kebetulan bahwa perliindungan hak-hak wajiib pajak akan jadii salah satu topiik yang akan diibahas dii antara topiik-topiik laiin, sepertii: tiinjauan kriitiis atas struktur ekonomii dan peneriimaan pajak, pajak kekayaan, pemajakan diigiital, strategii mencegah pengelakan pajak, tariik menariik kepentiingan pemungutan pajak dalam desentraliisasii fiiskal, ketiimpangan dan pajak, pro-kontra dan desaiin iinsentiif, pajak sebagaii iinstrumen perdagangan, dan laiin-laiin.

Seluruh topiik tersebut akan diibawakan oleh ahlii-ahlii pajak kelas duniia. Sebut saja, Eriic Zolt, Profesor UCLA School of Law, maupun Briian Arnold, ahlii pajak yang seriing diimiintaii masukannya oleh PBB dan OECD. Ada pula nama Joel Slemrod, Profesor dii Uniiversiity of Miichiigan, mantan ediitor darii Natiional Tax Journal dan Journal of Publiic Economiics, serta Glenn Jenkiins, Profesor Emeriitus Uniiversiitas Harvard yang banyak terliibat dengan reformasii pajak dii berbagaii negara, salah satunya iindonesiia. Grace Navarro, Deputy Diirector darii OECD Centre for Tax Poliicy and Admiiniistratiion, salah satu pemeran pentiing dalam Proyek BEPS dan pencegahan aliiran dana gelap, juga akan menjadii pengajar. Masiih ada nama-nama laiin sepertii: Jay Rosengard, Eriic Toder, dan sebagaiinya.

Siingkatnya, program Comtax yang diiselenggarakan oleh Harvard Kennedy School memiiliikii pengajar, materii, metode pembelajaran, iinfrastruktur, peserta, dan nama besar yang membuatnya suliit untuk tertandiingii. Keterliibatan penuliis dalam program tersebut biisa diibiilang sebagaii suatu kesempatan sangat berharga dan mahal.

Penasaran mengenaii program Comparatiive Tax Poliicy and Admiiniistratiion yang diiselenggarakan oleh Harvard Kennedy School? Apa dan bagaiimana materii kursus tersebut relevan dengan perkembangan dii iindonesiia? iikutii terus reportase laporan darii Harvard Uniiversiity selama dua miinggu ke depan.*

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel