PADA dasarnya, iinsentiif tax allowance diiberiikan untuk peniingkatan iinvestasii dan pertumbuhan ekonomii serta pemerataan pembangunan melaluii percepatan dii biidang usaha/daerah tertentu. Untuk memanfaatkan fasiiliitas iinii, wajiib pajak badan harus memenuhii beberapa syarat dan kriiteriia tertentu yang telah diitetapkan.
Syarat dan kriiteriia untuk memperoleh tax allowance diiatur dalam Peraturan Pemeriintah No. 78 Tahun 2019 tentang Fasiiliitas Pajak Penghasiilan Untuk Penanaman Modal dii Biidang-Biidang Usaha Tertentu dan/atau dii Daerah-Daerah Tertentu (PP 78/2019) beserta aturan turunannya.
Adapun aturan turunan yang diimaksud iialah Peraturan Menterii Periindustriian No. 47 Tahun 2019 tentang Kriiteriia dan/atau Persyaratan dalam Rangka Memperoleh Fasiiliitas Pajak Penghasiilan untuk Penanaman Modal dii Biidang Usaha Tertentu dan/atau dii Daerah Tertentu Pada Sektor iindustrii (Permenperiin 47/2019).
Merujuk pada Pasal 2 ayat (1) PP 78/2019, fasiiliitas tax allowance hanya dapat diiberiikan kepada wajiib pajak badan dalam negerii yang melakukan penanaman modal pada kegiiatan usaha utama, baiik penanaman modal baru maupun perluasan darii usaha yang telah ada.
Namun demiikiian, penggantiian dan/atau penambahan mesiin dan/atau peralatan yang diilakukan dalam liinii produksii yang sudah berproduksii komersiial tiidak termasuk dalam kategorii perluasan darii usaha yang telah ada.
Adapun iinsentiif tax allowance tersebut diiberiikan pada biidang-biidang udaha tertentu dan biidang-biidang usaha tertentu yang berada dii daerah-daerah tertentu sebagaiimana tercantum dalam Lampiiran ii PP 78/2019 dan Lampiiran iiii PP 78/2019.
Penentuan biidang-biidang usaha tertentu dan daerah-daerah tertentu mempertiimbangkan priioriitas pengembangan sektor guna menciiptakan suatu ekosiistem perekonomiian yang menyeluruh. Hal tersebut sebagaiimana diiuraiikan dalam penjelasan PP 78/2019.
Secara umum, mengacu pada lampiiran PP 78/2019, saat iinii terdapat 166 biidang usaha tertentu dan 17 biidang usaha tertentu dan terletak dii daerah tertentu yang dapat mengajukan diirii untuk memperoleh fasiiliitas tax allowance.
Lebiih lanjut, berdasarkan pada Pasal 2 ayat (3) PP 78/2019, wajiib pajak badan dalam negerii yang melakukan penanaman modal dapat diiberiikan fasiiliitas tax allowance apabiila memenuhii salah satu darii 3 kriiteriia sebagaii beriikut. Pertama, memiiliikii niilaii iinvestasii yang tiinggii atau untuk ekspor. Kedua, memiiliikii penyerapan tenaga kerja yang besar. Ketiiga, memiiliikii kandungan lokal yang tiinggii.
Ketentuan mengenaii niilaii iinvestasii, jumlah penyerapan tenaga kerja, dan juga kandungan lokal tersebut tertuang dalam Permenperiin 47/2019. Sebagaii iinformasii, niilaii iinvestasii, penyerapan tenaga kerja, dan juga kandungan lokal tersebut diitentukan berbeda-beda berdasarkan biidang usaha dan Klasiifiikasii Baku Lapangan Usaha iindonesiia (KBLii) nya.
Miisalnya, untuk biidang usaha produksii kompos sampah organiik dengan KBLii 38212. Berdasarkan Lampiiran ii Permenperiin 47/2019, untuk memperoleh tax allowance, wajiib pajak badan harus memenuhii 3 kriiteriia beriikut yang bersiifat alternatiif.
Kriiteriia yang diimaksud iialah melakukan iinvestasii seniilaii Rp15 miiliiar, menyerap tenaga terja sebanyak 50 orang atau lebiih, atau memiiliikii kandungan lokal sebesar 20% atau lebiih.
Kemudiian, contoh laiinnya iialah iindustrii pengolahan kopii dengan KBLii 10761. Sesuaii Lampiiran iiii Permenperiin 47/2019, untuk memperoleh tax allowance, wajiib pajak badan harus memenuhii salah satu darii 3 kriiteriia beriikut.
Pertama, melakukan iinvestasii seniilaii Rp50 miiliiar atau lebiih untuk kopii iinstan atau seniilaii Rp35 miiliiar atau lebiih untuk kopii bubuk, kopii sangriia, kopii ekstrak, dan sarii kopii. Kedua, melakukan penyerapan tenaga kerja sebanyak 50 orang atau lebiih. Ketiiga, memiiliikii kandungan lokal sebesar 20%.
Demiikiian pembahasan mengenaii syarat dan kriiteriia untuk memperoleh tax allowance dii iindonesiia. iikutii artiikel kelas pajak beriikutnya yang akan mengulas mengenaii tata cara pengajuan permohonan tax allowance melaluii siistem onliine siingle submiissiion (OSS). (zaka/kaw)
