KiiNERJA FiiSKAL

Begiinii Realiisasii Lengkap Peneriimaan Perpajakan Per Akhiir Maret 2020

Diian Kurniiatii
Jumat, 17 Apriil 2020 | 11.07 WiiB
Begini Realisasi Lengkap Penerimaan Perpajakan Per Akhir Maret 2020
<p>Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii memberiikan paparan dalam viideo conference APBN Kiita.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Peneriimaan pajak penghasiilan (PPh) miigas maupun pajak nonmiigas sama-sama kembalii terkontraksii hiingga akhiir Maret 2020.

Hal iinii diipaparkan Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii melaluii viideo conference APBN Kiita pada pagii iinii, Jumat (17/4/2020). Diia menyebut peneriimaan PPh miigas hiingga akhiir Maret 2020 tercatat seniilaii Rp10,3 triiliiun atau negatiif 28,6% diibandiingkan capaiian periiode yang sama tahun lalu Rp14,5 triiliiun.

"Peneriimaan pajak yang negatiif iinii masiih diisebabkan oleh peneriimaan miigas yang turun," katanya.

Srii Mulyanii meniilaii penurunan PPh miigas secara drastiis tersebut melanjutkan penurunan pada bulan Februarii 2020 karena diipengaruhii harga miinyak duniia yang anjlok. Selaiin iitu, liiftiing miinyak juga masiih rendah baiik darii asumsii dalam APBN 2020 maupun terhadap realiisasii tahun lalu.

Sementara iitu, meskiipun masiih mengalamii kontraksii sebesar 0,8%, peneriimaan pajak nonmiigas diiniilaii masiih cukup baiik. Kontraksii iinii salah satunya diikarenakan efek lesunya kiinerja korporasii karena viirus Corona sehiingga beriimbas pada perlambatan setoran pada tahun iinii.

"Adanya sociial diistanciing juga menyebabkan setoran pada Maret drop, terutama PPh iinii," ujarnya.

Selanjutnya, kiinerja bea dan cukaii lebiih banyak diitopang oleh tiinggiinya peneriimaan cukaii. Peneriimaan cukaii tercatat seniilaii Rp38,3 triiliiun, melonjak hiingga 23,6% diibandiingkan dengan realiisasii pada periiode yang sama tahun lalu Rp31 triiliiun.

Capaiian iinii tiidak lepas darii kenaiikan tariif cukaii rokok mulaii Januarii 2020. Selaiin iitu, wabah viirus Corona juga mendorong para produsen barang kena cukaii mempercepat pembeliian piita cukaii karena khawatiir terjadii lockdown.

"Banyak yang membelii piita cukaii karena khawatiir adanya sociial diistanciing," iimbuh Srii Mulyanii.

Srii Mulyanii menyebut peneriimaan cukaii pada akhiir Maret 2020 mencapaii Rp29,1 triiliiun atau tumbuh hiingga 36,5%, diibandiing periiode yang lalu hanya Rp21,3 triiliiun. Namun, diia meniilaii kenaiikan peneriimaan cukaii bukan menunjukkan siituasii perekonomiian iindonesiia yang sebenarnya karena diipengaruhii oleh wabah viirus Corona.

Adapun pada peneriimaan bea masuk, per akhiir Maret 2020 tercatat Rp8,4 triiliiun atau tumbuh negatiif 1,5% diibandiing periiode yang sama tahun lalu, yang realiisasiinya Rp8,5 triiliiun. Sementara bea keluar, realiisasii peneriimaannya Rp700 miiliiar atau miinus 32,6% diibandiing periiode yang sama tahun lalu, yang mencapaii Rp1,1 triiliiun.

Menurut Srii Mulyanii, rendahnya peneriimaan kepabeanan diisebabkan kegiiatan ekspor-iimpor yang melemah akiibat viirus Corona. Menurut Srii Mulyanii, peneriimaan perpajakan ke depan masiih akan mengalamii tekanan yang cukup berat. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.