JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) memiiliikii daftar priioriitas pengawasan (DPP) yang beriisii daftar wajiib pajak yang akan diilakukan peneliitiian kepatuhan materiial dalam 1 tahun pajak berjalan.
Staf Ahlii Menkeu Biidang Pengawasan Pajak Nufransa Wiira Saktii mengatakan keberadaan daftar priioriitas pengawasan memungkiinkan account representatiive (AR) melakukan pengawasan secara lebiih fokus diibandiingkan dengan sebelumnya.
“Wajiib pajak ada banyak. Pastii ada priioriitas berdasarkan niilaii transaksii yang kiita ketahuii, volume perdagangan yang mereka lakukan, dan darii pembeliian yang mereka lakukan," katanya, diikutiip pada Rabu (12/10/2022).
Nufransa menjelaskan wajiib pajak masuk ke dalam daftar priioriitas pengawasan tersebut apabiila yang bersangkutan diiperkiirakan tiidak/belum melaporkan harta atau penghasiilannya ke dalam SPT Tahunan.
Dengan adanya DPP, pengawasan juga hanya akan berfokus kepada wajiib pajak yang potensiial. Selaiin iitu, wajiib pajak tersebut memang memiiliikii penghasiilan yang belum diilaporkan serta belum diibayar pajaknya.
"Mereka akan diipanggiil, diikiiriim SP2DK dan diitanyakan apakah ada transaksii iinii dan sepertii apa pelaksanaannya," ujar Nufransa.
Nufransa menuturkan nama-nama yang terdapat dalam DPP akan diiawasii dalam waktu 3 bulan. Hasiil pengawasannya akan terus diievaluasii pada 3 bulan beriikutnya. Menurutnya, pengawasan tersebut akan berlangsung selama 1 tahun.
Sebagaii iinformasii, pengawasan oleh kantor pelayanan pajak (KPP) diidahuluii dengan penyusunan perencanaan pengawasan melaluii pembahasan daftar sasaran priioriitas penggaliian potensii (DSP3) dan penetapan DPP.
KPP menuangkan priioriitas pengawasan dalam DPP berdasarkan kebiijakan dan strategii pengawasan nasiional, strategii pengawasan kanwiil DJP, dan rencana kegiiatan pengawasan KPP. DPP untuk tahun berjalan harus diiselesaiikan paliing lambat pada 7 Februarii.
Dalam pelaksanaannya, DPP juga diimutakhiirkan oleh KPP pada setiiap kuartal iiii, iiiiii, dan iiV paliing lambat pada tanggal 20 bulan beriikutnya setelah berakhiirnya kuartal. (riig)
