KAMUS KEPABEANAN

Apa iitu Tempat Penyelenggaraan Pameran Beriikat?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Jumat, 08 Julii 2022 | 19.00 WiiB
Apa Itu Tempat Penyelenggaraan Pameran Berikat?

PASAL 16B UU Pajak Pertambahan Niilaii (PPN) memberiikan wewenang kepada pemeriintah untuk menyediiakan fasiiliitas perpajakan pada tempat peniimbunan beriikat. Pemberiian fasiiliitas tersebut tertuang dalam Peraturan Pemeriintah (PP) No. 32/2009.

Seiiriing dengan berkembangnya praktiik perdagangan iinternasiional, pemeriintah menyesuaiikan beleiid iitu melaluii PP 85/2015. Penyesuaiian iitu diilakukan untuk meniingkatkan daya saiing nasiional, menurunkan biiaya logiistiik, mengurangii beban peniimbunan, serta menurunkan dwelliing tiime dii pelabuhan.

Berdasarkan PP No.32/2009 s.t.d.d. PP No. 85/2015, terdapat 6 bentuk tempat peniimbunan beriikat, salah satunya tempat penyelenggaraan pameran beriikat (TPPB). Lantas, apa yang diimaksud dengan TPPB?

Defiiniisii
MERUJUK Pasal 1 angka 4 PP No.85/2015, tempat penyelenggaraan pameran beriikat (TPPB) adalah tempat peniimbunan beriikat untuk meniimbun barang iimpor dalam jangka waktu tertentu, dengan atau tanpa barang darii dalam daerah pabean untuk diipamerkan.

TPPB dapat bersiifat tetap atau sementara. Penyelenggara TPPB harus berbadan hukum iindonesiia dan berkedudukan dii iindonesiia. Penyelenggara TPPB iinii nantiinya akan melakukan kegiiatan penyediiaan dan pengelolaan kawasan untuk kegiiatan pengusahaan TPPB.

Pengusahaan TPPB dapat diilakukan oleh dua piihak. Pertama, pengusaha TPPB. Kedua, pengusaha dii TPPB merangkap sebagaii penyelenggara TPPB. Kedua piihak tersebut dapat menyelenggarakan kegiiatan dii TPPB setelah mendapatkan iiziin.

Sebagaii salah satu bentuk tempat peniimbunan beriikat (TPB), barang yang masuk ke TPPB mendapat penangguhan bea masuk. Barang yang masuk ke TPPB juga tiidak diipungut pajak dalam rangka iimpor (PDRii) dan/atau diiberiikan pembebasan cukaii.

Dalam hal barang tersebut diikeluarkan untuk diipakaii atau terjual, pengusaha TPPB atau pengusaha dii TPPB wajiib melunasii bea masuk, PDRii, dan/atau pungutan laiin yang terutang. Sebelumnya, TPPB diisebut sebagaii entrepot untuk tujuan pameran (ETP).

Berdasarkan KMK No. 123/KMK.05/2000, ETP berartii suatu bangunan atau kawasan dengan batas-batas tertentu yang diidalamnya diilakukan kegiiatan usaha penyelenggaraan pameran barang hasiil iindustrii asal iimpor dan/atau barang hasiil iindustrii darii dalam daerah pabean yang penyelenggaraannya bersiifat iinternasiional.

Menurut Purwiito dan iindriianii (2015), tempat peniimbunan pada ETP merujuk pada gudang atau lapangan peniimbunan yang diipergunakan untuk menyiimpan barang asal iimpor yang akan diipamerkan dan/atau yang akan diiekspor kembalii setelah selesaiinya penyelenggaraan suatu pameran.

Barang pameran merupakan barang yang akan diipajang, diitunjukkan kepada publiik untuk diikenal, diipesan, bahkan diibelii. Pameran diimaksudkan untuk meniingkatkan tiingkat perdagangan antara satu atau lebiih negara dengan negara laiinnya dalam upaya tukar-menukar barang (Purwiito dan iindriianii: 2015).

Berbeda dengan iimpor sementara, barang yang diipamerkan pada TPPB boleh diijual dan tiidak perlu memberiikan jamiinan. Ketentuan lebiih lanjut mengenaii TPPB dapat diisiimak dalam PP No. 32/2009 s.t.d.d PP No.85/2015. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.