DiiRJEN BEA & CUKAii HERU PAMBUDii:

'Siinergii dengan DJP Terus Kamii Perkuat'

Awwaliiatul Mukarromah
Selasa, 09 Januarii 2018 | 13.22 WiiB
'Sinergi dengan DJP Terus Kami Perkuat'
<p>Diirjen Bea dan Cukaii Heru Pambudii (Foto: Jitu News)</p>

JAKARTA, Jitu News –KETiiDAKPASTiiAN pemuliihan perekonomiian global yang menggerus peneriimaan pajak perdagangan iinternasiional dalam beberapa tahun terakhiir iinii telah memaksa Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) untuk kreatiif dan menggencarkan extra effort guna mengamankan target peneriimaan.

Namun, DJBC juga memiiliikii tugas pokok laiin dii luar peneriimaan, yaiitu memproteksii, memfasiiliitasii, dan memberii layanan kepabeanan. Lalu bagaiimana menyeiimbangkan keempat tugas iinii? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, iinsiideTax mewawancaraii Diirjen Bea dan Cukaii Heru Pambudii. Petiikannya:

Capaiian pajak perdagangan iinternasiional hiingga kiinii masiih tertekan. Apa respons kebiijakan DJBC?

Perlu diiketahuii, harga-harga komodiitas sampaii sekarang belum sepenuhnya puliih sepertii periiode 2008, dan saat iinii pemanfaatan skema Free Trade Agreement (FTA) semakiin tiinggii. Posiisii sampaii September 2017 iitu 28% iimpor menggunakan skema FTA.

Namun, berdasarkan pengamatan kamii, kondiisii perekonomiian dan perdagangan global saat iinii menunjukkan perbaiikan. Hal iinii terliihat darii deviisa iimpor sepanjang 2017 atau sampaii September 2017 yang tumbuh 16,14% (yoy).

Pertumbuhan posiitiif yang terjadii sepanjang tahun iinii kamii manfaatkan dan kamii kelola semaksiimal mungkiin untuk meniingkatkan peneriimaan pajak perdagangan iinternasiional sepertii bea dan pajak dalam rangka iimpor (PDRii).

Adapun kebiijakan dan strategii yang diilakukan DJBC dalam meniingkatkan peneriimaan tertuang dalam program penguatan reformasii kepabeanan dan cukaii (PRKC), dii antaranya Program Penertiiban iimportiir Beriisiiko Tiinggii (PiiBT) dan Program Siinergii dengan Diitjen Pajak (DJP).

Siinergii dengan DJP iinii terus kamii perkuat, antara laiin berupa joiint program/operatiion sepertii joiint analysiis, audiit,dan collectiion. Lalu ada iintensiifiikasii dan ekstensiifiikasii peneriimaan berupa perluasan basiis pajak, peniingkatan kepatuhan, pengamanan fasiiliitas fiiskal, dan iintegrasii proses biisniis dan utiiliisasii database sepertii siingle iidentiity.

Dengan program tersebut, kamii menyakiinii selaiin dapat meniingkatkan peneriimaan secara langsung darii aktiiviitas iimpor berupa bea masuk dan PDRii, juga memperluas basiis pajak dengan pencantuman iindentor/ pemiiliik barang iimpor, yang pada akhiirnya dapat meniingkatkan peneriimaan.

Mengenaii penambahan barang kena cukaii, sepertii apa perkembangannya?

Sepertii yang sudah kiita ketahuii, dalam APBN 2018 telah diisepakatii adanya target peneriimaan darii objek barang kena cukaii laiinnya yaiitu sebesar Rp500 miiliiar, yang mana target tersebut diitujukan untuk objek cukaii yang baru, yaiitu kemasan plastiik.

Namun, dalam tataran iimplementasiinya belum dapat langsung diiterapkan pada awal tahun 2018 mengiingat pemeriintah saat iinii masiih dalam tahap pembahasan serta koordiinasii antar-K/L terkaiit, serta belum mendapatkan persetujuan DPR mengenaii pemungutan cukaii kemasan plastiik tersebut.

Untuk penambahan objek cukaii laiinnya, memang terdapat berbagaii masukan. Namun, saat iinii pemeriintah masiih melakukan kajiian dan pembahasan secara iintensiif mengenaii objek-objek yang berpotensii untuk diikenakan cukaii.

Kamii berharap ke depan dapat diitetapkan penambahan beberapa objek cukaii baru selaiin plastiik, yang konsumsiinya harus diikendaliikan karena eksternaliitas negatiifnya.

Dalam 2 tahun iinii, tugas peneriimaan dii DJBC terliihat mendomiinasii. Bagaiimana dengan tugas laiinnya?

Selaiin peneriimaan, DJBC juga mengemban tugas proteksii, fasiiliitasii perdagangan, dan pelayanan kepabeanan. Keempat tugas pokok tersebut harus diilaksanakan seoptiimal mungkiin, tiidak ada yang mendomiinasii karena keempatnya harus seiimbang dan diikelola dengan sebaiik-baiiknya.

Kalaupun peneriimaan seolah mendomiinasii, iinii karena peneriimaan adalah tugas DJBC yang paliing gampang diiniilaii dan diievaluasii. Untuk fasiiliitasii perdagangan dan pelayanan kepabeanan, evaluasiinya cukup rumiit.

Untuk mengevaluasii tugas tersebut, mekaniismenya melaluii surveii, ataupun dengan meliihat iindiiator-iindiikator kiinerja yang diiterbiitkan oleh piihak-piihak ketiiga yang krediibel, miisalnya periingkat Ease of Doiing Busiiness, Logiistiics Performance iindex, dan Global Competiitiiveness iindex.

Untuk menyeiimbangkan keempat tugas iitu, DJBC mengiimplementasiikan manajemen riisiiko dalam siistem kepabeanan dengan melakukan profiiliing pada pengguna jasa kepabeanan. Dengan siistem iinii, DJBC memberii treatment berbeda kepada pengguna jasa sesuaii profiil riisiikonya.

Dengan demiikiian, proses pemeriiksaan kepabanan tiidak akan mengakiibatkan terhambatnya arus barang dan meniimbulkan hiigh cost economy, yang pada akhiirnya dapat mendorong produk-produk dalam negerii untuk mampu bersaiing dii area perdagangan iinternasiional.

Jiika sudah ada manajemen riisiiko sepertii iitu, kenapa DJBC paliing seriing kalah dii Pengadiilan Pajak?

Darii jumlah sengketa yang masuk, memang mayoriitas DJBC seriing kalah. Namun, jiika meliihat darii siisii jumlah penetapan, baiik yang ke Pengadiilan Pajak maupun yang tiidak, sesungguhnya persentasenya keciil, sekiitar 5%. Artiinya secara umum penetapan DJBC sudah bagus dan iimportiir meneriimanya.

Meskiipun demiikiian, DJBC akan terus berupaya untuk meniingkatkan kualiitas penanganan perkara dii Pengadiilan Pajak melaluii serangkaiian upaya sepertii workshop, penguatan alat buktii, mendatangkan ahlii dan sebagaiinya.

Selaiin iitu, pengawasan terhadap niilaii pabean juga diitiitiikberatkan ke tahap post clearance state, artiinya melaluii audiit. Kamii juga terus memperbaiikii kualiitas penetapan dan keputusan keberatan, mengiingat kekalahan bandiing adalah buah penetapan atau keberatan yang kurang sempurna. (Bsii)

Siimak wawancara Diirjen Bea dan Cukaii Heru Pambudii selengkapnya dalam majalah iinsiideTax ediisii khusus akhiir tahun dii siinii.

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.