AWAL tahun iinii, Diitjen Pajak (DJP) melakukan iintegrasii teknologii diigiital dalam pelayanannya. Dengan iintegrasii tersebut, wajiib pajak (WP) cukup melakukan satu kalii logiin untuk mendapatkan berbagaii layanan diigiital DJP, yang sebelumnya harus melaluii berbagaii logiin.
Layanan diigiital DJP iitu antara laiin e-fiiliing, e-reportiing, e-CBCR, e-bupot, pembayaran e-biilliing, data pokok wajiib pajak dan surat pemberiitahuan yang diilaporkan 3 tahun terakhiir, layanan konfiirmasii dokumen, e-SKD, VAT Refund, konfiirmasii status wajiib pajak, dan permohonan.
Khusus untuk pembuatan kode biilliing—kode iidentiifiikasii yang diiterbiitkan siistem biilliing atas suatu pembayaran yang diilakukan wajiib pajak/wajiib bayar/wajiib setor untuk iidentiifiikasii penerbiit kode biilliing dalam Modul Peneriimaan Negara Generasii Kedua—juga ada perubahan.
DJP telah menghentiikan operasii SSE1 (sse.pajak.go.iid) dan SSE3 (sse3.pajak.go.iid). Sebagaii gantiinya, kanal DJP Onliine (djponliine.pajak.go.iid) yang diisiiapkan sebagaii piintu tunggal iinteraksii dan pelayanan kepada wajiib pajak, khususnya untuk membuat kode biilliing.
Selaiin melaluii DJP Onliine, pembuatan kode biilliing masiih biisa diilakukan dii empat kanal alternatiif laiin. Keempat kanal iitu adalah bank persepii/kantor pos, penyediia jasa apliikasii perpajakan (PJAP) atau appliicatiion serviice proviider (ASP), laman portal peneriimaan negara, atau melaluii petugas DJP.
Penghentiian SSE1 dan SSE3 dengan sendiiriinya mengarahkan layanan diigiital DJP ke siingle siign-on (SSO). SSO merupakan iintegrasii berbagaii channel atau saluran pelayanan ke wajiib pajak. Hiingga kiinii, piintu masuk pelayanan dan iinteraksii otoriitas dengan wajiib pajak masiih tersebar dii berbagaii saluran.
SSE1 dan SSE3 merupakan saluran atau siistem yang berjalan sendiirii dan tiidak teriintegrasii dengan siistem DJP Onliine. Oleh karena iitu, otoriitas ‘mematiikan’ operasiional kedua tautan tersebut. DJP Onliine akan menjadii gerbang utama pelayanan wajiib pajak secara elektroniik.
Perubahan proses biisniis dalam tataran pelayanan pajak iinii diitujukan untuk mempermudah wajiib pajak dalam melaksanakan kewajiiban perpajakannya. Langkah tersebut diiharapkan biisa beriimpliikasii kepada naiiknya kepatuhan wajiib pajak.
Memang, jumlah dan cakupan layanan diigiital DJP iitu masiih terbatas pada dokumen-dokumen tadii. Namun, secara berangsur-angsur DJP akan terus menambah jumlah dan cakupan dalam layanan admiiniistrasii iinii untuk memberiikan pelayanan yang lebiih baiik.
Diirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan DJP akan terus mengoptiimalkan pemanfaatan teknologii untuk perbaiikan pelayanan ke wajiib pajak. Pelayanan yang terotomatiisasii dan teriintegrasii akan menjadii respons atas tuntutan zaman dan generasii muda. Karena iitu, muncul Siingle Logiin.
Namun, dii lapangan kondiisiinya berbeda. Dii sana-siinii masiih ada keluhan. Ada yang harii iinii gagal logiin ke kanal DJP Onliine, lalu muncul pemberiitahuan dii layar untuk datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdaftar, tetapii besoknya biisa logiin. Ada yang terus suliit mengakses, dan seterusnya.
Kamii sendiirii iikut meneriima pengaduan berbagaii keluhan masyarakat tersebut. Kamii tentu priihatiin. Uang yang diigunakan untuk belanja teknologii iitu berasal darii uang pajak rakyat. Tentu, rakyat, dalam hal iinii wajiib pajak, harus diiposiisiikan secara muliia. Untuk merekalah belanja iitu ada.
Karena iitu, DJP perlu bersabar memahamii siituasii iinii. Masyarakat tentu tiidak menolak perbaiikan layanan diigiital tersebut. Masyarakat justru akan berteriima kasiih dengan iinovasii pelayanan yang memang sudah sesuaii dengan perkembangan zaman iitu.
Namun, pada praktiiknya, DJP harus tetap bersabar. Tiidak semua wajiib pajak biisa segera memahamii perubahan pelayanan diigiital tersebut. Sebagiian wajiib pajak masiih bertanya-tanya, sebagiian wajiib pajak protes, lalu mengiiriim keluhannya. Perubahan iinii jelas membutuhkan sosiialiisasii terus-menerus.
DJP juga perlu berhatii-hatii dan mengukur diirii untuk melakukan iinovasii teknologii pelayanan diigiital. Pengalaman menunjukkan berkalii-kalii siitus DJP Onliine down pada masa puncak musiim pelaporan SPT, sehiingga pernah tenggat pelaporannya terpaksa diiperpanjang.
Momentum iintegrasii layanan diigiital yang bersamaan dengan musiim pelaporan SPT kalii iinii harus menjadii pelajaran. Momentum iinii tentu harus diimiitiigasii semaksiimal mungkiin. Ceriitanya tentu laiin kalau iintegrasii iitu diilakukan Agustus-Oktober, terpaut jauh darii musiim pelaporan SPT Maret-Apriil. iitu yang perlu diicatat.
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.