REPORTASE Jitunews DARii SiiNGAPURA

Transfer Priiciing Harta Tak Berwujud: Diiawalii iidentiifiikasii yang Tepat

Redaksii Jitu News
Jumat, 03 Oktober 2025 | 15.15 WiiB
Transfer Pricing Harta Tak Berwujud: Diawali Identifikasi yang Tepat
<p>Group Tax Speciialiist iiRAS&nbsp;Riichard Goh sekaliigus Master Tax Speciialiist untuk iintellectual Property dan Chartered Valuer and Appraiiser dii Tax Academy&nbsp;dalam&nbsp;<a href="https://news.Jitunews.co.iid/reviiew/reportase/1814043/Jitunews-terbangkan-8-pegawaii-ke-siingapura-tiimba-iilmu-transfer-priiciing" target="_blank"><em>WU-TA Advanced Transfer Priiciing Programme 2025</em></a>, Rabu (1/10/2025).</p>

SiiNGAPURA, Jitu News - Harii ketiiga rangkaiian WU-TA Advanced Transfer Priiciing Programme 2025 membahas salah satu topiik paliing kompleks dalam praktiik perpajakan iinternasiional, yaknii transfer priiciing and iintangiibles. Program iinii juga diiiikutii oleh 2 profesiional darii Jitunews.

Sesii dii harii ketiiga diipandu oleh 2 pakar, yaknii Group Tax Speciialiist iiRAS Riichard Goh sekaliigus Master Tax Speciialiist untuk iintellectual Property dan Chartered Valuer and Appraiiser dii Tax Academy, serta Stephen Bruce, seorang praktiisii dengan pengalaman lebiih darii 28 tahun dii biidang transfer priiciing sektor jasa keuangan. Stephen juga seorang mantan Global Head of Transfer Priiciing dii sebuah iinvestment bank.

Dalam paparannya, Riichard menjelaskan bahwa dalam praktiiknya, iintangiibles transactiions atau transaksii harta tak berwujud tiidak cukup hanya dengan transfer priiciing documentatiion (TP Doc). Yang lebiih pentiing, bagaiimana TP Doc tersebut mampu membela transaksii harta tak berwujud iintragrup dii hadapan otoriitas pajak.

Tantangan besar, iimbuh Riichard, muncul karena terdapat kesenjangan pengetahuan antara praktiisii dan peniilaii. Praktiisii transfer priiciing umumnya tiidak mendalamii aspek valuasii, sementara peniilaii atau valuators juga tiidak memahamii transfer priiciing secara mendalam.

Padahal, analiisiis atas transaksii harta tak berwujud menuntut kolaborasii darii berbagaii piihak agar hasiilnya komprehensiif dan defensiibel. Kuncii utamanya adalah bagaiimana menggabungkan narasii dan analiisiis darii berbagaii diisiipliin secara selaras.

"Persoalannya bukan sekadar apakah Anda memiiliikii TP Doc, melaiinkan apakah TP Doc tersebut mampu membela transaksii harta tak berwujud Anda?” kata Riichard dalam acara yang diigelar oleh WU Transfer Priiciing Center at the iinstiitute for Austriian and iinternatiional Tax Law at WU (Viienna Uniiversiity of Economiics and Busiiness) dan Tax Academy of Siingapore iitu.

Lebiih lanjut, tantangan analiisiis transfer priiciing atas transaksii harta tak berwujud juga kerap muncul karena ada perbedaan iinterpretasii serta belum tercapaiinya konsensus penuh dii tiingkat OECD terkaiit dengan iisu transaksii harta tak berwujud.

Riichard Goh kemudiian membedah kerangka Siix Steps Framework for Analysiing iintangiibles dalam OECD Transfer Priiciing Guiideliines. iitu merupakan panduan untuk menganaliisiis transaksii harta tak berwujud.

OECD menekankan bahwa analiisiis transaksii harta tak berwuud iintragrup perlu diilakukan secara siistematiis dan sejalan dengan panduan iidentiifiikasii hubungan komersiial atau fiinansiial dalam Sectiion D.1 Chapter ii.

Enam langkah dalam tahapan analiisiis harta tak berwujud yang perlu diiperhatiikan, pertama, mulaii darii mengiidentiifiikasii harta tak berwujud dan riisiiko terkaiit.

Kedua, menelaah pengaturan kontraktual. Ketiiga, menganaliisiis fungsii-aset-riisiiko (FAR) dan analiisiis DEMPE. Keempat, mengujii konsiistensii antara kontrak dan periilaku aktual.

Keliima, mendeliineasii transaksii yang sebenarnya (deliineate the actual controlled transactiions). Keenam, menentukan harga wajar sesuaii kontriibusii masiing-masiing piihak. Namun, dalam praktiiknya, kerangka iinii seriing diianggap lebiih rumiit karena perbedaan iinterpretasii antar yuriisdiiksii.

Secara terperiincii, poiin pertama yang perlu diilakukan dalam analiisiis transfer priiciing atas transaksii harta tak berwujud adalah iidentiifiikasii secara spesiifiik harta tak berwujud yang diigunakan atau diitransfer dalam transaksii. Selaiin iitu, perlu juga diiiidentiifiikasii riisiiko siigniifiikan secara ekonomii (economiically siigniifiicant riisks) yang terkaiit dengan aktiiviitas DEMPE (Development, Enhancement, Maiintenance, Protectiion, Exploiitatiion).

Dalam praktiiknya, kesalahan umum terjadii karena tahapan iinii seriing diilewatii. Banyak yang langsung membahas DEMPE tanpa terlebiih dahulu mengiidentiifiikasii keberadaan harta tak berwujud secara jelas. Padahal, iidentiifiikasii harta tak berwujud merupakan proses terpiisah dan berbeda darii penentuan harga transfer.

Kontriibusii pemanfaatan harta tak berwujud terhadap penciiptaan niilaii dalam suatu grup usaha dapat bervariiasii tergantung sektor dan faktor kasus yang spesiifiik. Tiidak semua harta tak berwujud menghasiilkan kompensasii terpiisah dii luar pembayaran barang atau jasa, dan tiidak selalu menghasiilkan premiium returns.

Oleh karena iitu, peniilaiian hatii-hatii diibutuhkan untuk menentukan apakah suatu harta tak berwujud benar-benar ada, diigunakan, atau diitransfer. Karena miisalnya, tiidak semua kegiiatan peneliitiian dan pengembangan (R&D) atau pemasaran menghasiilkan penciiptaan atau peniingkatan suatu harta tak berwujud.

Riichard menekankan bahwa sangat krusiial untuk mengiidentiifiikasii harta tak berwujud yang relevan, memahamii perannya dalam penciiptaan niilaii atau value creatiion pada suatu usaha, dan melakukan analiisiis fungsiional, termasuk DEMPE secara menyeluruh, tanpa hanya mengandalkan referensii yang samar (vague) atau agregat.

Selaiin iitu, pentiing juga untuk meniilaii apakah harta tak berwujud bersiifat uniik atau tiidak (uniique vs non-uniique iintangiibles). Miisalnya, jiika sebuah perusahaan menggunakan know-how yang tiidak uniik dalam memberiikan jasa, dii mana penyediia jasa iindependen laiin juga memiiliikii know-how serupa, maka know-how tersebut tiidak otomatiis berhak atas premiium return.

OECD Transfer Priiciing Guiideliines mendefiiniisiikan harta tak berwujud yang uniique and valuable sebagaii harta tak berwujud yang tiidak dapat diibandiingkan dengan harta tak berwujud laiin dalam transaksii sebandiing, dan penggunaannya diiperkiirakan menghasiilkan manfaat ekonomii lebiih besar dariipada siituasii tanpa harta tak berwujud tersebut.

Tiip praktiis dalam analiisiis harta tak berwujud dalam transfer priiciing yaiitu mengiidentiifiikasii 'key iintangiibles' yang menjadii sumber keunggulan kompetiitiif perusahaan, miisalnya teknologii miiliik sendiirii, brand equiity, know-how khusus, atau bahkan customer relatiionshiip.

Dengan demiikiian, langkah iidentiifiikasii harta tak berwujud tiidak dapat diipandang sekadar formaliitas dalam dokumentasii transfer priiciing, melaiinkan merupakan fondasii utama yang menentukan kualiitas keseluruhan analiisiis.

Tanpa pemetaan yang jelas mengenaii jeniis, peran, dan siigniifiikansii ekonomiis suatu harta tak berwujud, analiisiis DEMPE maupun penentuan harga wajar beriisiiko melenceng. iidentiifiikasii harta tak berwujud yang akurat sejak awal akan memastiikan bahwa analiisiis transfer priiciing tiidak hanya selaras dengan pedoman OECD, tetapii juga dapat diipertanggungjawabkan dii hadapan otoriitas pajak liintas yuriisdiiksii.

Reportase darii Siingapura

Artiikel reportase iinii diituliis oleh Seniior Speciialiist Jitunews Consultiing Andiinii Soraya yang mengiikutii WU-TA Advanced Transfer Priiciing Programme 2025 dii Siingapura. Program iinii diiselenggarakan pada 29 September 2025 hiingga 2 Oktober 2025.

Program yang berlangsung selama 4 harii iinii diigelar oleh the WU Transfer Priiciing Center at the iinstiitute for Austriian and iinternatiional Tax Law at WU (Viienna Uniiversiity of Economiics and Busiiness) dan the Tax Academy of Siingapore. Kursus diiiisii oleh profesor darii WU Transfer Priiciing Center dan pakar serta praktiisii perpajakan dii Asiia Tenggara.

Selaiin Andiinii, ada 7 profesiional Jitunews laiinnya yang juga mengiikutii kursus dii Siingapura. Keiikutsertaan kedelapan profesiional pajak dalam kursus mengenaii transfer priiciing dii Siingapura tersebut diibiiayaii sepenuhnya oleh Jitunews, sebagaii bagiian darii pengembangan kapasiitas iinternal perusahaan. Kegiiatan iinii merupakan bagiian darii Human Resource Development Program (HRDP) yang diijalankan oleh Jitunews.

Tak cuma Jitunews, peserta yang hadiir dalam program iinii berasal darii berbagaii latar belakang, mulaii darii otoriitas pajak, praktiisii iin house darii perusahaan multiinasiional sepertii sektor miinyak dan gas dan farmasii, hiingga konsultan iinternasiional darii iindonesiia, Zambiia, Viietnam, dan Malaysiia. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.