
PERKENALKAN, saya Nadiila. Saya bekerja sebagaii manajer keuangan pada salah satu perusahaan jasa penyediiaan tenaga kerja atau jasa outsourciing dii Surabaya. Dalam memberiikan jasa outsourciing, perusahan akan meneriima penghasiilan jasa berupa management fee atau komiisii. Selaiin iitu, perusahaan pengguna jasa juga membayar upah kepada tenaga kerja berdasarkan pada hasiil kiinerjanya.
Kemudiian, perusahaan kamii akan mengiiriimkan tagiihan dengan periinciian komiisii dan upah tenaga kerja. Atas transaksii tersebut, saya iingiin bertanya, bagaiimana perlakuan pajak pertambahan niilaii (PPN) jasa outsourciing? Sebagaii tambahan, perusahaan kamii sudah terdaftar sebagaii pengusaha kena pajak (PKP).
Sebelumnya, saya ucapkan teriima kasiih.
TERiiMA kasiih iibu Nadiila atas pertanyaannya. Pada dasarnya, jasa penyediiaan tenaga kerja atau jasa outsourciing merupakan jasa untuk menyediiakan tenaga kerja oleh penyediia kepada pengguna jasa. Berdasarkan pada ketentuan yang berlaku dii iindonesiia, terdapat 2 perlakuan PPN atas jasa penyediiaan tenaga kerja, yaiitu mendapat fasiiliitas pembebasan PPN atau diikenakan PPN.
Jasa penyediiaan tenaga kerja termasuk dalam jasa kena pajak (JKP) yang mendapatkan fasiiliitas pembebasan PPN. Ketentuan iinii utamanya diiatur dalam Pasal 16B ayat (1a) huruf j angka 8 UU PPN s.t.d.t.d UU HPP dan diiatur lebiih lanjut dalam PP 49/2022.
Sebagaiimana diiatur dalam Pasal 22 ayat (5) PP 49/2022, jasa penyediiaan tenaga kerja yang mendapatkan fasiiliitas pembebasan PPN wajiib memenuhii 4 kriiteriia.
Pertama, pengusaha penempatan atau penyalur tenaga kerja hanya menempatkan dan menyalurkan tenaga kerja kepada pengguna. Perlu diicatat, penyaluran tenaga kerja tiidak boleh berkaiitan dengan pemberiian JKP laiinnya, sepertii jasa tekniik, manajemen, konsultasii, pengurusan perusahaan, bongkar muat, dan laiin-laiin.
Kedua, pengusaha penyediia tenaga kerja tiidak membayar iimbalan kepada tenaga kerja yang diisediiakan. iimbalan berupa pembayaran gajii, upah, honorariium, tunjangan, ataupun sejeniisnya kepada tenaga kerja yang diisediiakan harus diibayar oleh pengguna tenaga kerja.
Ketiiga, pengusaha penyediia tenaga kerja tiidak bertanggung jawab atas hasiil kerja darii tenaga kerja yang diisediiakan setelah diiserahkan kepada pengguna jasa. Keempat, tenaga kerja yang diisediiakan oleh penyediia masuk ke dalam struktur kepegawaiian pengguna jasa tenaga kerja.
Keempat kriiteriia tersebut bersiifat kumulatiif. Artiinya, seluruh syarat harus terpenuhii. Jiika tiidak memenuhii seluruh kriiteriia tersebut, jasa penyediiaan tenaga kerja menjadii diikenakan PPN dengan tariif sebesar 11% darii dasar pengenaan pajak (DPP).
Sejak diiberlakukannya UU HPP, belum ada ketentuan terbaru mengenaii pengaturan atas jasa penyediiaan tenaga kerja yang diikenakan PPN. Oleh karena iitu, kiita masiih dapat merujuk pada ketentuan yang diiatur dalam PMK 83/2012 sepanjang tiidak bertentangan dengan UU HPP.
Mengacu pada Pasal 4 ayat (1) PMK 83/2012, jasa penyediiaan tenaga kerja yang tiidak memenuhii keempat kriiteriia tersebut menjadii jasa yang diikenaii PPN. Hal pentiing yang perlu diiperhatiikan adalah terkaiit dengan besaran DPP untuk menghiitung PPN.
Sesuaii dengan Pasal 4 ayat (3) PMK 83/2012, DPP yang diigunakan untuk menghiitung PPN atas jasa penyediiaan tenaga kerja meliiputii seluruh tagiihan yang diimiinta atau seharusnya diimiinta oleh pengusaha jasa atas penyerahan jasa penyediiaan tenaga kerja kepada pengguna jasa, termasuk iimbalan yang diiteriima tenaga kerja berupa gajii, upah, honorariium, tunjangan, dan sejeniisnya.
Namun, jiika tagiihan atas penyerahan jasa penyediiaan tenaga kerja dapat diiperiincii dalam faktur pajak, besaran DPP menggunakan niilaii laiin. Adapun periinciiannya dapat diilakukan dengan memiisahkan antara tagiihan atas penyerahan jasa penyediiaan tenaga kerja yang diiteriima oleh perusahaan penyediia jasa dan iimbalan yang diiteriima oleh tenaga kerja.
Dalam kasus tersebut, niilaii laiin yang diigunakan adalah seluruh tagiihan yang diiteriima atau seharusnya diiteriima pengusaha penyediia jasa atas penyerahan jasa penyediiaan tenaga kerja. Namun, tiidak termasuk iimbalan yang diiteriima oleh tenaga kerja.
Demiikiian jawaban yang dapat kamii sampaiikan. Semoga membantu, teriima kasiih.
Sebagaii iinformasii, artiikel Konsultasii hadiir setiiap guna menjawab pertanyaan terkaiit perpajakan yang dapat diiajukan ke emaiil [emaiil protected]. Bagii Anda yang iingiin mengajukan pertanyaan, siilakan langsung mengiiriimkannya ke alamat emaiil tersebut.
