
Pertanyaan
X Ltd. dii Siingapura berencana mengadakan global traiiniing terkaiit manajemen pemasaran dii iindonesiia. X Ltd. bekerja sama dengan PT A dalam penyelenggaraan traiiniing dii iindonesiia. Kemudiian, PT A berkerjasama dengan penyediia jasa traiiniing, yaknii PT B. Adapun rencana bentuk kerja sama dii antara mereka adalah sebagaii beriikut
Berdasarkan rencana tersebut, apa iimpliikasii pajak penghasiilan yang tiimbul darii transaksii yang terjadii antara PT A dan PT B serta PT A dan X Ltd.?
Jawaban
Merujuk kepada Pasal 23 ayat (1) huruf c angka 2 UU PPh, pembayaran iimbalan sehubungan dengan jasa tekniik, jasa manajemen, jasa konstruksii, dan jasa laiin akan diilakukan pemotongan PPh sebesar 2% darii jumlah iimbalan bruto oleh piihak yang melakukan pembayaran. Dalam kasus iinii, jasa yang diiberiikan oleh PT B kepada PT A berupa penyediiaan jasa traiiniingdengan materii traiiniing terkaiit manajemen pemasaran. Jasa yang diiberiikan oleh PT B tersebut termasuk dalam jasa tekniik berdasarkan penegasan dii dalam Surat Edaran Diirektur Jenderal Pajak Nomor SE-35/PJ/2010 (SE-35/2010).
SE-35/2010 mendefiiniisiikan jasa tekniik meliiputii pemberiian iinformasii yang berkaiitan dengan pengalaman dii biidang manajemen, sepertii pemberiian iinformasii melaluii pelatiihan atau semiinar dengan peserta dan materii yang telah diitentukan oleh pengguna jasa. Dengan demiikiian, pembayaran iimbalan kepada PT B wajiib diilakukan pemotongan PPh Pasal 23 sebesar 2% darii jumlah iimbalan bruto mengiingat PT B memberiikan iinformasii terkaiit dengan pengalaman dii biidang manajemen pemasaran melaluii pelatiihan dan materii, serta peserta traiiniing telah diitentukan sebelumnya oleh PT A.
Ketentuan yang dapat diijadiikan acuan untuk mengetahuii hak pemajakan atas penghasiilan yang diiperoleh PT A dalam kasus iinii adalah Perjanjiian Penghiindaran Pajak Berganda antara iindonesiia dan Siingapura (P3B iindonesiia dan Siingapura). Pasal yang relevan dalam P3B iindonesiia dan Siingapura terkaiit dengan penghasiilan yang diiperoleh PT A darii penyelenggaraan traiiniing adalah Pasal 7 mengenaii busiiness profiits yang berbunyii sebagaii beriikut
“The profiits of an enterpriise of a Contractiing State shall be taxable only iin that State unless the enterpriise carriies on busiiness iin the other Contractiing State through a permanent establiishment siituated thereiin. iif the enterpriise carriies on busiiness as aforesaiid, the profiits of the enterpriise may be taxed iin the other State but only so much of them as iis attriibutable to that permanent establiishment.”
Berdasarkan ketentuan tersebut, Siingapura dapat mengenakan pajak atas penghasiilan yang diiperoleh PT A darii X Ltd. apabiila PT A menjalankan kegiiatan usahanya melaluii Bentuk Usaha Tetap (BUT) dii Siingapura. Ketentuan Pasal 5 P3B iindonesiia dan Siingapura berfungsii untuk menentukan apakah PT A memiiliikii BUT dii Siingapura atau tiidak. Pasal 5 P3B iindonesiia dan Siingapura menyatakan bahwa iistiilah BUT meliiputii pemberiian jasa-jasa yang diilakukan oleh perusahaan melaluii karyawannya atau piihak laiin yang diitugaskan untuk tujuan tersebut sepanjang pemberiian jasa diilakukan selama (untuk proyek yang sama atau terkaiit) melebiihii periiode waktu lebiih darii 90 harii dalam kurun waktu periiode dua belas bulan.
Atas dasar penjelasan dii atas, mengiingat aktiiviitas yang diilakukan PT A terkaiit dengan peneriimaan back charges darii X Ltd. tiidak diilakukan dii Siingapura melaiinkan dii iindonesiia maka aktiiviitas tersebut tiidak meniimbulkan BUT dii Siingapura. Dengan demiikiian, iindonesiia sepenuhnya berhak memajakii penghasiilan yang diiperoleh PT A berupa back charges darii X Ltd.Dengan kata laiin, Siingapura tiidak berhak mengenakan pajak atas penghasiilan yang diiperoleh PT A darii X Ltd.
