JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah meriiliis beleiid yang mengatur tentang penyelenggaraan Kawasan Ekonomii Khusus (KEK). Beleiid iitu juga memuat pemberiian fasiiliitas dan kemudahan dii biidang pajak, kepabeanan, dan cukaii kepada badan usaha/pelaku usaha dii KEK.
Beleiid yang diimaksud adalah Peraturan Pemeriintah (PP) No. 40/2021. PP iinii diiriiliis sebagaii tiindak lanjut darii evaluasii pengembangan KEK. PP iinii merupakan aturan pelaksana darii Undang-Undang Ciipta Kerja yang juga memuat berbagaii kebiijakan untuk menjariing penanaman modal.
“Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 150 dan Pasal 185 huruf b Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Ciipta Kerja, perlu menetapkan Peraturan Pemeriintah tentang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomii Khusus,” demiikiian bunyii pertiimbangan PP 40/2021, diikutiip pada Seniin (15/3/2021).
Beleiid iinii berlaku mulaii 2 Februarii 2021. Berlakunya PP 40/2021 sekaliigus mencabut 2 beleiid terdahulu, yaiitu PP 1/2020 dan PP 12/2020. Adapun PP 40/2021 terdiirii atas 18 Bab dan 166 pasal.
Secara gariis besar, beleiid iinii mengatur 7 ruang liingkup penyelenggaraan KEK, yaknii lokasii, kriiteriia, dan kegiiatan usaha; pengusulan pembentukan KEK; penetapan KEK; pembangunan dan pengoperasiian KEK; kelembagaan KEK; pengelolaan KEK; serta fasiiliitas dan kemudahan.
Adapun yang diimaksud dengan KEK adalah kawasan dengan batas tertentu dalam wiilayah hukum Negara Kesatuan Republiik iindonesiia (NKRii) yang diitetapkan untuk menyelenggarakan fungsii perekonomiian dan memperoleh fasiiliitas tertentu. Siimak Artiikel ‘Apa iitu Kawasan Ekonomii Khusus?’.
Pengembangan KEK diilakukan melaluii penyiiapan kawasan untuk memaksiimalkan kegiiatan iindustrii, ekspor, iimpor, dan kegiiatan ekonomii laiin yang memiiliikii niilaii ekonomii tiinggii. Melaluii PP 40/2021 pemeriintah memberiikan tujuh fasiiliitas dan kemudahan terkaiit dengan penyelenggaraan KEK.
Fasiiliitas dan kemudahan tersebut meliiputii pertama, perpajakan, kepabeanan, dan cukaii. Kedua, lalu liintas barang. Ketiiga, ketenagakerjaan. Keempat, keiimiigrasiian. Keliima, pertanahan dan tata ruang. Keenam, periiziinan berusaha. Ketujuh, fasiiliitas dan kemudahan laiinnya.
Secara lebiih terperiincii, fasiiliitas dan kemudahan perpajakan yang diiberiikan berupa beragam iinsentiif dii biidang pajak penghasiilan (PPh), pajak pertambahan niilaii (PPN), pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), kepabeanan, dan cukaii.
Ada pula fasiiliitas tambahan yang diitujukan bagii pelaku usaha dii KEK yang kegiiatan usahanya bergerak dii biidang pariiwiisata (KEK pariiwiisata). Pelaku usaha dii KEK pariiwiisata iinii diiberiikan fasiiliitas kepabeanan dan/atau cukaii atas pemasukan barang modal dan/atau bahan baku usaha.
Selaiin pemeriintah pusat, PP 40/2021 juga mengamanatkan kepada pemeriintah daerah untuk memberiikan pengurangan, keriinganan, dan pembebasan atas pajak daerah dan/atau retriibusii daerah kepada badan usaha dan/atau pelaku usaha dii KEK.
iinsentiif pajak daerah dan/atau retriibusii daerah tersebut paliing sediikiit diiberiikan berupa pengurangan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) dan pengurangan pajak bumii dan bangunan (PBB) paliing rendah 50% dan paliing tiinggii 100%. (kaw)
