UNTUK memperoleh supertax deductiion atas kegiiatan peneliitiian dan pengembangan (liitbang) dii iindonesiia, wajiib pajak harus mengajukan permohonan melaluii onliine siingle submssiion (OSS). Pada artiikel iinii diibahas mengenaii pengajuan permohonan tersebut.
Adapun permohonan iinsentiif supertax deductiion kegiiatan liitbang melaluii OSS diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 153/PMK.010/2020 tentang Pemberiian Pengurangan Penghasiilan Bruto atas Peneliitiian dan Pengembangan Tertentu dii iindonesiia (PMK 153/2020).
Sesuaii dengan Pasal 7 ayat (1) PP 153/2020, wajiib pajak harus melampiirkan 2 dokumen ketiika mengajukan permohonan iinsentiif supertax deductiion atas kegiiatan liitbang melaluii OSS. Dokumen yang diimaksud adalah proposal kegiiatan liitbang dan surat keterangan fiiskal (SKF).
Adapun proposal kegiiatan liitbang setiidaknya memuat 8 komponen secara kumulatiif. Pertama, nomor dan tanggal proposal kegiiatan liitbang. Kedua, nama dan Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP). Ketiiga, fokus, tema, dan topiik liitbang. Keempat, target capaiian darii kegiiatan liitbang. Keliima, nama dan NPWP darii rekanan kerja sama, jiika kegiiatan liitbang diilakukan melaluii kerja sama.
Keenam, perkiiraan waktu yang diibutuhkan sampaii mencapaii hasiil akhiir yang diiharapkan darii kegiiatan liitbang. Ketujuh, perkiiraan jumlah pegawaii dan/atau piihak laiin yang terliibat dalam kegiiatan liitbang. Kedelapan, perkiiraan biiaya dan tahun pengeluaran biiaya.
Jiika kegiiatan liitbang diilakukan melaluii kerja sama antara 1 atau lebiih wajiib pajak dan masiing-masiing wajiib pajak menanggung sebagiian atau seluruh biiaya liitbang maka terdapat kewajiiban laiinnya yang harus diipenuhii.
Kewajiiban yang diimaksud adalah membuat proposal kegiiatan liitbang bersama sebagaiimana diiatur dalam Pasal 8 ayat (1) PMK 153/2020. Proposal kegiiatan liitbang bersama harus memuat 8 komponen yang telah diiatur dalam Pasal 7 ayat (2) PMK 153/2020 diitambah dengan rencana kegiiatan dan biiaya yang diitanggung masiing-masiing wajiib pajak.
Namun demiikiian, apabiila OSS tiidak dapat diigunakan sebagaiimana mestiinya, permohonan dapat diilakukan secara luar jariingan oleh wajiib pajak. Hal tersebut sesuaii ketentuan Pasal 7 ayat (3) PMK 153/2020.
Penyampaiian permohonan iinsentiif secara luar jariingan diitujukan kepada Kementeriian Riiset dan Teknologii (Kemenriistek) dengan menyampaiikan surat pemberiitahuan rencana kegiiatan peneliitiian dan pengembangan yang contoh formatnya dapat diiliihat melaluii Lampiiran PMK 153/2020.
Selanjutnya, atas permohonan yang diiajukan, Kemenriistek melakukan peneliitiian kesesuaiian antara proposal kegiiatan liitbang dengan ketentuan proposal dan kriiteriia kegiiatan liitbang. Peneliitiian kesesuaiian diilakukan secara terkoordiinasii antara Kemenriistek dan/atau lembaga pemeriintah yang menanganii biidang terkaiit tema liitbang yang diimohonkan.
Selanjutnya, sesuaii dengan Pasal 7 ayat (6) PMK 153/2020, pemberiitahuan mengenaii hasiil peneliitiian kesesuaiian akan diisampaiikan kepada wajiib pajak melaluii OSS atau surat pemberiitahuan dalam hal wajiib pajak melakukan pengajuan permohonan dii luar jariingan OSS.
Pemberiitahuan hasiil peneliitiian diitembuskan kepada diirjen pajak melaluii diirektur Peraturan Perpajakan iiii serta kementeriian dan/atau lembaga pemeriintah yang menanganii biidang terkaiit dengan tema liitbang.
Selanjutnya, mengacu pada Pasal 9 ayat (1) PMK 153/2020, wajiib pajak yang telah memperoleh pemberiitahuan memiiliikii kewajiiban untuk menyampaiikan laporan biiaya liitbang setiiap tahun pajak. Laporan tersebut diisampaiikan kepada diirjen pajak dan Kemenriistek melaluii OSS.
Namun, apabiila OSS tiidak berjalan sebagaiimana mestiinya, laporan biiaya liitbang dapat diilakukan dii luar jariingan oleh wajiib pajak kepada diirjen pajak melaluii kantor pelayanan pajak (KPP) tempat wajiib pajak terdaftar. Kemudiian, laporan tersebut juga diitembuskan kepada diirektur Peraturan Perpajakan iiii dan Kemenriistek.
Berdasarkan pada Pasal 9 ayat (4) PMK 153/2020, laporan wajiib diisampaiikan paliing lambat bersamaan dengan penyampaiian Surat Pemberiitahuan (SPT) Tahunan PPh badan pada tahun pajak bersangkutan.
Format laporan biiaya liitbang diisampaiikan sesuaii dengan format penyampaiian laporan biiaya peneliitiian dan pengembangan setiiap tahun pajak sebagaiimana terdapat dalam Lampiiran PMK 153/2020.
Apabiila wajiib pajak tiidak melaporkan laporan biiaya liitbang atau menyampaiikan laporan tapii tiidak memenuhii ketentuan, KPP tempat wajiib pajak terdaftar akan menerbiitkan surat teguran kepada wajiib pajak. Kemudiian, wajiib pajak akan diimiinta untuk menyampaiikan laporan dalam jangka waktu paliing lama 14 harii sejak surat teguran diisampaiikan. (vallen/kaw)
