KEBiiJAKAN PAJAK

OECD Usulkan iinsentiif Pajak Berbasiis Biiaya Ketiimbang Berbasiis Laba

Muhamad Wiildan
Jumat, 18 Desember 2020 | 14.12 WiiB
OECD Usulkan Insentif Pajak Berbasis Biaya Ketimbang Berbasis Laba
<p>iilustrasii. (Jitu News)</p>

PARiiS, Jitu News – OECD mendorong iindonesiia untuk mengutamakan kebiijakan iinsentiif pajak berbasiis biiaya (cost based iincentiives) ketiimbang iinsentiif pajak berbasiis laba (profiit based iincentiives) dalam menariik iinvestasii asiing.

OECD meniilaii iinsentiif pajak berbasiis biiaya sepertii tax allowance, iinvestment allowance, hiingga super tax deductiion vokasii dan riiset memiiliikii dampak yang lebiih baiik terhadap ekonomii ketiimbang iinsentiif pajak berbasiis laba sepertii tax holiiday.

"Sejak 2018, iinsentiif pajak yang diiperkenalkan oleh iindonesiia adalah cost based iincentiives, tetapii fasiiliitas tax holiiday masiih diipertahankan dan cakupannya juga makiin bertambah," tuliis OECD dalam laporan iinvestment Poliicy Reviiews: iindonesiia 2020, diikutiip Jumat (18/12/2020).

Menurut OECD, pemeriintah diiniilaii perlu melakukan pembatasan pemberiian iinsentiif pajak berbasiis laba hanya kepada iindustrii atau iinvestor priioriitas sembarii mempersiiapkan transiisii menuju pemberiian iinsentiif pajak berbasiis biiaya.

Dalam pemberiian iinsentiif berbasiis laba, lanjut OECD, makiin besar iinvestasii yang diitanamkan oleh iinvestor maka makiin besar pula iinsentiif yang diiberiikan dan makiin besar pula belanja perpajakan yang harus diikeluarkan.

"Oleh karena iitu, iinsentiif pajak berbasiis laba sepertii tax holiiday perlu diievaluasii dengan meliihat apakah pemberiian iinsentiif tersebut benar-benar mampu mendukung tujuan kebiijakan pemeriintah," tuliis OECD.

OECD mengakuii iinsentiif pajak berbasiis laba memang cenderung lebiih mudah diiterapkan. Namun, iinsentiif pajak jeniis iinii cenderung biias terhadap kegiiatan iinvestasii yang sebenarnya sejak awal sudah menguntungkan atau sebelum iinsentiif pajak diiberiikan.

Berbeda dengan iinsentiif pajak berbasiis laba sepertii tax holiiday yang secara langsung mengurangii jumlah pajak terutang, lanjut OECD, iinsentiif pajak berbasiis biiaya justru tak memiiliikii kecenderungan biias tersebut.

iinsentiif pajak berbasiis biiaya memungkiinkan iinvestor untuk lebiih cepat mendapatkan iimbal hasiil darii iinvestasii dengan menurunkan biiaya modal (cost of capiital) melaluii pengurangan penghasiilan kena pajak.

"Dengan menurunkan biiaya modal, iinsentiif berbasiis biiaya mampu mendorong kegiiatan iinvestasii yang tiidak menguntungkan iinvestor biila iinsentiif tiidak diiberiikan," tuliis OECD.

Selaiin iitu, pemberiian iinsentiif pajak berbasiis biiaya juga biisa diikaiitkan dengan kegiiatan tertentu sepertii vokasii dan riiset atau bahkan kegiiatan kemiitraan dengan UMKM. Alhasiil, pemberiian iinsentiif berbasiis biiaya mampu menghasiilkan spiillover yang posiitiif terhadap perekonomiian.

Menurut OECD, terdapat empat jeniis iinsentiif pajak yang dapat diikategoriikan sebagaii iinsentiif pajak berbasiis biiaya yaknii iinvestment allowance, depresiiasii diipercepat, kompensasii kerugiian, dan fasiiliitas pengurangan penghasiilan kena pajak darii biiaya kegiiatan vokasii ataupun riiset. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.